KAB. CIREBON, (FC).- Permintaan furniture dan kerajinan berbahan rotan sintetis terus meningkat.
Para pengrajin rotan sentetis di Desa Pamijahan Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon terus menggenjot produksinya untuk mencukupi permintaan pasar.
“Rotan sintetis lebih menguntungkan. Dibanding rotan asli yang selama ini dipasok dari luar Pulau Jawa,” kata perangrajin rotan sintetis asal Desa Pamijahan, Fuad, Selasa (14/7).
Hadirnya bahan baku rotan sintetis di Kabupaten Cirebon ini mulai menggeser keberadaan rotan asli yang saat ini sulit didapat dan harganya pun cenderung lebih mahal.
Para pelaku usaha aksesori dan handmade di wilayah tersebut beralih menggunakan rotan sintetis.
“Rotan sintetis mulai digandrungi semua kalangan masyarakat, khususnya pengusaha kafe dan interior. Kombinasi warna yang apik dan tak kalah awet seperti rotan asli. Dan, memiliki banyak pilihan tekstur, warna, dan bentuk,” ujarnya.
Tingginya permintaan kerajinan berbahan rotan sintetis, omzet yang diperoleh Fuad pun meningkat dengan rata-rata Rp5 juta/minggu, dengan pangsa pasar luar Jawa, dan Jabodetabek.
Walaupun permintaan kerajinan rotan sintetis tinggi, Fuad menggaku masih memproduksi kerajinan rotan asli.
Menurutnya, penjualan rotan sintesis lebih cepat. Dalam proses pembuatannya juga mudah serta bisa langsung jual sendiri, tidak harus ke pabrik.
“Kalau serat rotan banyak proses harus bolak balik pabrik, setelah selesai anyam harus ada finishing dan sebagainya. Harus masuk quality control, untuk penjualan pun diserahkan ke pabrik,” beber Fuad yang telah menekuni usaha di raotan sejak 20 tahun silam ini.
Selain kemudahan tadi, bahan baku rotan sintetis jauh lebih mudah ditemukan.
“Belinya disini masih di sekitar Cirebon, dan kalau ada reseller yang ambil sekalian bayar jadi langsung dapat duit,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, bahan baku rotan asli saat ini sangat sulit didapat. Terlebih, bahan baku itu sendiri tidak berasal dari Cirebon melainkan dari luar Pulau Jawa.
Fuad memiliki 6 pekerja rotan sintetis. Dalam sehari, dirinya dan karyawannya dapat menghasilkan kurang lebih 20-an pieces untuk seluruh item per orang.
Tipe barang yang dibuat sendiri berupa cangkir wadah pensil, sarung toples, tutup nasi, tong sampah, vas bunga, wadah permen, karpet, tempat buah, rak susun bumbu dan masih banyak lagi.
“Dari semua tipe ada beberapa tipe yang tidak kenal musim, yaitu, tutup nasi, tong sampah, dan tempat tisu,” sebutnya.
Pada awal penjualannya sendiri pernah ada yang memesan hingga 500-an pieces. Hanya saja, karena pembeli dianggapnya masih baru dikenal, akhirnya ia hanya memberi seadanya.
“Saya tidak yakin karena orang baru, akhirnya saya beri seadanya. Tapi ternyata benar dibeli, dan pernah ada yang beli perminggu 200 pesanan hingga mencapai 2.000 pieces,” paparnya.
Fuad memasarkan produknya melalui dari Facebook pribadinya, maupun lewat reseller. Untuk penjualan di market place sendiri, belum dilakukan.
Sebab, dirinya sudah disibukkan dengan produksi.
Meskipun membangun usaha dimasa pandemi, dan bukan barang primer ataupun sekunder. Produk rotan sintetis yang cantik ini tetap diburu masyarakat.
“Alhamdulillah banyak pembeli meski pandemi,” pungkasnya. (Sarrah)















































































































Discussion about this post