KAB. CIREBON, (FC).- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Coaching Clinic penyusunan struktur komite talenta pada instansi pemerintah di Kantor Bupati Cirebon, pada Kamis (30/10).
Bupati Cirebon, Imron mengatakan, penerapan manajemen talenta (MT) merupakan langkah konkret dalam mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, kompeten dan berintegritas.
Sehingga, melalui pembentukan komite talenta di setiap instansi pemerintah, diharapkan proses pengelolaan telenta dapat berjalan secara sistematis, transparan dan berkelanjutan.
“Kegiatan FGD dan coaching clinic ini menjadi wadah penting untuk menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi dan mengonsolidasi langkah-langkah strategis antar instansi pemerintah melalui diskusi dan pendampingan teknis yang difasilitasi oleh KemenPAN RB, sehingga akan lahir pemahaman yang lebih mendalam serta praktik terbaik yang tdapat diimplementasikan di istansi masing-masing,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Imron, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung agenda reformasi birokrasi nasional, khususnya dalam penguatan tata kelola SDM aparatur.
“Kami percaya bahwa keberhasilan pelaksanaan manajemen talenta akan sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kesungguhan kita dalam membangun ekosistem ASN yang unggul dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.
Plt Asisten Deputi Standarisasi Jabatan dan MT KemenPAN RB, Diah Ipma Fithria Laela Hidayati menyebut FGD dan coaching clinic dengan komite talenta ini, nantinya akan diterapkan di dalam sistem manajemen talenta (MT) instansi maupun nasional.
Harapanya, kata Diah, instansi pemerintah bisa lebih siap ketika nanti revisi Permenpan Nomor 3 Tahun 2020 sudah diterbitkan.
“Komite talenta ini fokusnya tidak hanya ketika memberikan pertimbangan atau rekomendasi baik dalam pengangkatan, perpindahan maupun pemberhentian. Tapi lebih fokusnya juga bagaimana menyusun program strategi upaya-upaya yang bisa kita lakukan di dalam pengembangan talenta-talenta,” katanya.
Ia mengungkapkan, komite talenta harus punya lebih peran di dalam menyusun strategi dalam pengembangan kompetensi dan strategi yang bisa dilakukan.
“Pak Deputi tadi menyampaikan, pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang menyiapkan pemimpin selanjutnya. Jadi dengan adanya komite talenta itu membantu menyiapkan salah satunya adalah pemimpin-pemimpin selanjutnya melalui rencana suksesi, pengembangan-pengembangan tidak hanya kompetensi, teknis, manajerial, sosial, kultural atau apapun, kurang lebih fokusnya seperti itu,” ungkapnya.
Disinggung kenapa memilih Kabupaten Cirebon? Diah menjelaskan, pihaknya melihat kalau Kabupaten Cirebon mempunyai komitmen yang kuat untuk melaksanakan manajemen talenta.
“Apalagi tadi juga dalam pemaparan yang disampaikan kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon menyampaikan contoh praktik baik itu seperti apa. Karena ini pesertanya juga dari daerah lain yang sebagian mungkin belum menerapkan MT, jadi diharapkan dengan contoh nyata praktik baik yang sudah dilakukan, bisa menginspirasi mereka untuk mendorong terlaksananya MT di instansi masing-masing,” jelasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post