INDRAMAYU, (FC).- Kisah Zaki Fasa Idan Bocah usia 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas 5 SD viral usai digugat oleh kakeknya sendiri ke pengadilan.
Gugatan itu soal sengketa tanah rumah peninggalan almarhum ayahnya. Tidak hanya Zaki, kakeknya itu juga menggugat Heryatno (20) kakak dari Zaki, dan ibu mereka Rastiah (37).
Zaki bahkan sampai membentangkan spanduk sebagai upaya minta tolong soal nasibnya tersebut.
Permintaan minta tolong itu ditujukan kepada Kepala Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil DPRD Jawa Barat Ono Surono, hingga Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam hal ini langsung merespons. Ia mengundang Zaki, ibu serta kakaknya ke kediamannya.
Di sana, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrab Gubernur Jabar memberikan dukungan moril hingga bantuan hukum lewat pengacara secara gratis.
“Ini saya sudah bertemu dengan Zaki, dengan kakaknya, ibunya, dan pamannya. Ini adalah suatu keluarga yang ditinggalkan almarhum ayahnya,” ujarnya, Senin (7/7)
Dedi Mulyadi mengatakan, keluarga kecil mereka selama ini tinggal di rumah peninggalan ayahnya tersebut. Bahkan sudah tinggal selama belasan tahun di rumah itu.
Hanya saja, surat tanah rumah itu masih atas nama sang nenek.
Hingga akhirnya, kakek dan nenek kandung mereka menggugat cucunya sendiri ke pengadilan agar mau meninggalkan rumah itu.
“Dan saya sebagai Gubernur Jabar mengucapkan terima kasih nih karena warga Jabar dibantu oleh pengacara yang tidak dibayar,” ujar dia
Dedi menyampaikan, pengacara itu bernama Yopi. Ia berkantor di Tegal Jawa Tengah.
Pada kesempatan itu, Dedi juga bertanya ke ibu Zaki apakah tidak ada pengacara di Indramayu yang mau bantu.
“Gak ada,” jawab ibu Zaki.
Dedi pun berterima kasih kembali kepada Yopi yang sudah mau membantu Zaki dan keluarganya secara cuma-cuma.
“Mudah-mudahan mereka bisa menang di pengadilan,” ujar dia.
Di sisi lain, andai kata mereka kalah, lanjut Dedi Mulyadi, Zaki dan keluarganya diminta untuk mengikhlaskan saja rumah tersebut agar masalahnya tidak berkepanjangan.
“Karena Allah membuka rezeki kepada siapapun yang berusaha. Gak usah takut kehilangan rumah, yang harus takut itu jika kehilangan harapan,” pungkasnya. (Agus Sugianto)












































































































Discussion about this post