KOTA CIREBON, (FC). – Sabaran Alex Wijaya terpilih menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cirebon masa bakti 2021-2024.
Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati mengatakan, antusias dari anak-anak muda yang tergabung dalam HIPMI ini dapat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk membangun Kota Cirebon yang lebih baik.
“Kami pemerintah Kota Cirebon tentunya bukan siapa-siapa tanpa adanya sinergitas, terlebih dengan anak-anak muda yang tergabung dalam HIPMI,” katanya kepada FC, Kamis (9/9).
Dirinya melanjutkan, dengan dilantiknya ketua HIPMI yang baru ini dapat menyelesaikan target-target untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.
“Kita tahu saat ini sedang dalam masa-masa yang sulit karena perekonomian diguncang oleh pandemi, maka dari itu teman-teman HIPMI harus berinovasi dalam masa pandemi dan harus beradaptasi dengan revolusi industri 4.0,” lanjutnya.
Sementara itu Sabaran Alex Wijaya atau yang akrab disapa Baran memaparkan, dirinya akan menjalankan 3 program kerja.
“Saya mau buat perbaikan database, yang mana database tersebut dapat diakses seluruh Jawa Barat,” katanya.
Rencana berikutnya, dirinya akan mengadakan pameran potensi usaha yang ada di Kota Cirebon dalam bentuk 3D mapping yang akan dipamerkan ke kota lain.
“Saya juga mau buat bisnis matching kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Kota Cirebon dan sekitarnya,” jelasnya.
Dirinya juga berharap dalam 3 tahun masa jabatannya, 3 program tersebut dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan harapan.
“Kita juga banyak bekerjasama dengan pemerintah, kita juga banyak bekerjasama dengan pelaku UMKM semacam scale up untuk UMKM,” tuturnya.
Diungkapkannya, ada beberapa tantangan yang akan di hadapi oleh HIPMI, salah satunya memperkenalkan HIPMI kemalangan masyarakat luas.
“Karena HIPMI itu sampai saat ini terkesan ekslusif, makannya saya ingin HIPMI dibungkus semenarik mungkin sehingga anggota bergabung kepada kami,” ungkapnya.
Pihaknya juga merencanakan akan membuat market place yang khusus untuk para pelaku UMKM.
“Kita punya tekad untuk memasarkan produk UMKM, tidak hanya putus mentoring dan couching saja, mudah-mudahan dapat terwujud,” tutupnya. (Sakti).












































































































Discussion about this post