” Di Indramayu ini ada benih padi bongong hasil persilangan padi kebo dan longong yang di muliakan oleh asli putra daerah Indramayu,” ungkapnya
Namun demikian hal ini tidak dimanfaatkan betul, kata Purnomo, padahal benih padi bongong ini secara kualitas produksi jauh lebih unggul dari bantuan benih pemerintah.
“Benih padi bongong ini bisa menhasilkan rata rata 9 sampai 10 ton padi perhektare, kondisi ini berbanding berbeda dengan benih subsidi pemerintah yang hanya menghasil kan 5 ton per hektare,” ungkapnya
Senada juga diungkapkan Sekertaris HTI, Joharipin mengatakan pihaknya tergerak melakukan pemuliaan benih Untuk menghapus ketergantungannya kepada benih perusahaan, hal ini pula yang mendorong ia belajar memuliakan benih pada 2004 silam.
“Jadi kita mencoba melakukan pemuliaan benih karena usaha pertanian 60 persen faktor utama keberhasilan adalah benih. Produktivitas tinggi dan kualitas bagus itu juga termasuk tergantung benihnya sendiri,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid mengatakan, pihaknya berharap kedepan organisasi sosial ini bisa bersinergi dengan pemerintah dan bisa menjadi partner dalam menciptakan petani yang unggul.
” Pada 2019 ada sebanyak 10 ribu lahan pertanian di kabupaten Indramayu yang gagal panen, mudah mudahan kedepan hal ini bisa diminimalisir,” pungkasnya.(Agus)














































































































Discussion about this post