KAB. CIREBON, (FC).- Forum Komunikasi Warga Sutajaya Gebang (FKWSG) menggelar acara Haul Pangeran Sutajaya yang keenam, Minggu-Senin (29-30/11). Walaupun sederhana namun tidak menghilangkan nilai dari peringatan tersebut.
Sekretaris Panitia Kegiatan Abdul Manaf, mengatakan peringatan Haul Pangeran Sutajaya dilaksanakan secara rutin tiap tahun, yang bertepatan dengan ahir Bulan Rabiul Awal (Mulud). Seperti biasanya acara inti adalah ziarah ke makam Pangeran Sutajaya dan saresehan.
Pada tahun-tahun sebelumnya, jelas dia, acara biasanya diawali dengan arak-arakan bersama pasukan dari Keraton Kanoman yang mengawal Pangeran Raja Patih Qodiron menaiki kendaraan Paksi Nagaliman, sehubungan tahun ini bertepatan dengan masa pandemi Covid-19, maka pelaksanaan haul dilaksanakan secara sederhana.
“Tahun ini kita hanya melakukan ziarah ke makam Pangeran Sutajaya di Blok Krapyak Desa Gebang Kulon dan makam Astana Gunung Amparam Desa Gebangilir, sekaligus peletakan batu pertama pembangunan pendopo oleh ketua FKWSG, H. Tarmadi,” jelasnya.
Di hari kedua, Senin (3/11), acara diisi dengan peaksanaan khitanan massal yang diikuti sekitar 103 anak, yang digelar di rumah ketua FKWSG, H. Tarmadi di Desa Gebangilir. Namun di luar perkiraan dari target, dihari H-1 peserta membludak hingga 83 peserta dan disaat pelaksanaan peserta bertambah lagi menjadi total semuanya ada 103 anak.
“Semua anak yang ikut dikhitan diberi hadiah khusus oleh ketua FKWSG berupa sepeda, pakaian, uang santunan dan paket makanan yang semua pembiayaannya dari keluarga H. Tarmadi dan ibunya, Hj. Khodijah. Atas nama panitia kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Hj. Khodijah dan ketua FKWSG, H. Tarmadi sehingga acara berjalan lancar tanpa kendala,” ungkap Manaf. (Nawawi)















































































































Discussion about this post