KOTA CIREBON, (FC).- Saat ini semua perhatian tertuju pada pandemi Covid-19. Memang virus yang bermula dari China ini termasuk berbahaya dan telah merenggut ribuan nyawa. Namun demikian, jangan lengah juga terhadap angka kenaikan kasus HIV/AIDS, termasuk di Kota Cirebon.
Kepala Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, Sri Maryati mengungkapkan, hingga Bulan Oktober 2020 jumlah angka penderita HIV/AIDS di Kota Cirebon mencapai 267 orang. Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun 2019 lalu yang ada pada angka 189 orang.
“Tahun 2020 ini tercatat 267 orang penderita AIDS, naik 78 orang dari tahun sebelumnya. Jumlah ini meningkat signifikan, untuk itu ditengah pandemi Covid-19 ini kewaspadaan akan bahaya HIV/ AIDS harus tetap dijaga,” jelasnya kepada FC, Selasa (1/12) seusai peringatan Hari AIDS Sedunia di gedung pertemuan Jalan Perjuangan.
Faktor penularan, lanjut Sri, masih didominasi oleh hubungan seksual. Dimana salah satunya telah terlebih dahulu mengidap AIDS, kemudian menularkan kepada pasangannya. Sedangkan yang diturunkan dari ibu positif AIDS kepada anaknya, penggunaan dari jarum suntik untuk pemakaian narkoba dan yang lainnya belum ditemukan.
Didapatkan angka penderita AIDS tersebut, merupakan hasil pendampingan lembaga masyarakat pada populasi kunci. Maksudnya adalah kelompok masyarakat yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Pihaknya dan Dinkes Kota Cirebon juga sudah melakukan tes kepada ibu hamil yang rentan terhadap HIV/AIDS.
Untuk itu, pihaknya menghimbau agar permasalahan HIV/AIDS ini jangan dilupakan. Pemerintah maupun komponen masyarakat harus terus berupaya melakukan sosialisasi. Terutama kepada orang atau kelompok yang rentan terhadap penularan. Dan bisa mengajak mereka untuk bersedia memeriksakan diri tes HIV/AIDS.
“Karena penularan didominasi oleh hubungan seksual, maka peningkatan keimanan masing-masing dan pemuka agama untuk memberikan edukasi sangat berperan. Apalagi penderita AIDS masuk dalam usia produktif sampai usia 50 tahun dan dengan beragam profesi,” imbuhnya.
Sementara Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati menambahkan, momentum Hari AIDS Sedunia harus dijadikan pengingat akan tetap bahayanya HIV/AIDS ini. Hal ini sesuai juga dengan tema peringatan tahun ini, yaitu
“Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas, 10 Tahun Menuju Akhir AIDS Tahun 2030.
“Tadi dari KPA menyampaikan angka penderita AIDS di Kota Cirebon sampai Oktober kemarin mencapai 267 kasus. Ini menjadi perhatian bersama, ditengah pandemi Covid-19 ternyata angka penderita AIDS tidak menurun, malah sebaliknya naik signifikan,” tegas Eti.
“Penanggulangan HIV/AIDS ini bukan hanya tugas pemerintah dan KPA saja. Melain tugas bersama untuk berperan serta melakukan sosialisasi. Kami segera arahkan kelurahan untuk bergerak memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga dapat menurunkan angka penderita AIDS di Kota Cirebon yang saat ini diurutan ke 6 se Jabar,” tandasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post