Sebagai bangsa yang besar, Indonesia sangat menghargai kemajemukan. Namun kemajukan dan keragaman itu dibingkai oleh toleransi yang akhirnya memunculkan perdamaian dan kerukunan, sehingga Indonesia menjadi contoh dunia sebagai negara majemuk namun memiliki potensi konflik SARA yang rendah.
“Bangsa Indonesia adalah masyarakat majemuk yang cinta damai. Mari kita pelihara kebhinekaan ini sebagai modal dasar pembangunan,” kata Habib.
Sementata itu, Plt. Bupati Indramayu Taufik Hidayat mengatakan, toleransi bagi masyarakat Indramayu merupakan budaya yang telah tumbuh lama dalam kehidupan sehingga kerukunan dan keamanan menjadi komitmen semua pihak.
Menurutnya, manusia itu diciptakan berbeda-beda dan berlomba-lomba berbuat kebaikan. Hal ini menjadi dasar bahwa keragaman merupakan sebuah anugerah yang harus disikapi dengan bijak.
Jika tidak, maka perbedaan tersebut akan menjadi pemantik suatu musibah. Untuk itu harus dipahami dan diyakini bahwa Kebhinekaan adalah kekuatan untuk mempersatukan.
“Sudah sepatutnya keberagaman harus dibanggakan dan dirayakan, bukan dijadikan dasar untuk memecah belah dengan memunculkan kebencian dan kebohongan demi kepentingan suatu pihak,” tegas Taufik.
Dalam kesempatan itu, Habib Luthfi melakukan Silaturahmi Kebhinekaan di Kabupaten Indramayu dipusatkan di tiga tempat yakni Masjid Islamic Center Syeh Abdul Manan, Vihara Dharma Rahayu, serta Gereja Santo Mikail. (Agus)














































































































Discussion about this post