KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menggelar sosialisasi penanganan hama tikus sekaligus menargetkan perluasan lahan musim tanam ketiga (MT3) padi bersama Pemerintah Desa Luwungkencana, Kecamatan Susukan atau khususnya di sawah tadah hujan yang selama ini hanya mampu dua kali tanam.
Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana mengatakan, langkah itu diharapkan agar dapat menambah luas tanam dan menjaga aktivitas ekonomi di desa, karena petani dapat tetap bekerja sepanjang tahun dan menghasilkan padi lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.
“Hari ini dalam rangka masa tanam ketiga yang akan kita uji cobakan di Desa Luwungkencana, Kecamatan Susukan, dimana dalam pengelolaan lahan, kemudian juga pada saat nanti penanaman sampai kepada panen ini harus ada perlakuan-perlakuan khusus,” ujar Nanang, Rabu (12/11).
Perlakuan khusus itu, lanjut Nanang terutama didalam hal POPT-nya atau penanggulangan populasi hama tikus. “Jadi saat ini kami mendatangkan ahli, seorang dokter ahli dari Kabupaten Garut yang biasa menangani hama tikus,” tegas Nanang.
Nanang menyebut, Selain meningkatkan produktivitas, Dinas Pertanian juga memantau masa panen agar sesuai umur padi, mencegah penurunan kualitas gabah akibat keterlambatan panen dan kendala akses mesin combine harvester.
“Mendengarkan penjelasan dan juga diskusi yang lumayan antusiasnya cukup tinggi dari masyarakat tani disini dalam menyambut MT3, mulai dari kesiapan lahan, kesiapan air, nanti kita siapkan disini untuk airpomnya, kemudian untuk pengolahan pra panennya juga kita siapkan dari mulai traktor, nah pada saat panen nanti ada combine dan juga pada saat pasca panen juga kita siapkan terutama di dalam hal pengendalian air,” ucapnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Luwungkencana, Mustofa mengatakan, bahwa momentum dalam menyambut MT3 ini lokasinya berada di lahan persawahan Desa Luwungkencana.
Pada kesempatan ini pemerintah desa dan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mengundang salah satu narasumber yang khusus untuk mencegah wabah, di antaranya mencegah wabah penyakit tikus.
“Alhamdulillah masyarakat kami, kelompok tani termasuk masyarakat secara umum itu antusias sekali untuk mengikuti jalannya kegiatan tersebut, sangat semangat sekali untuk mendukung program MT3 ini, mudah-mudahan bisa manfaat untuk petani kami khususnya desa Luwungkencana,” pungkas Mustofa. (Johan)














































































































Discussion about this post