KUNINGAN, (FC).- Upaya menekan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat terutama komoditi beras yang harganya terus merangkak naik, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) bekerja sama dengan Perum Bulog Sub Drive Cabang Cirebon, menyelenggarakan Operasi Pasar Kebutuhan Pokok Masyarakat Komoditi beras sebanyak 110 ton selama 9 hari kedepan.
Agenda tersebut diluncurkan sekaligus dilepas secara resmi oleh Bupati Kuningan, Acep Purnama, selepas Apel pagi di Lingkup Pemerintah Kabupaten Kuningan pada Senin (20/2) bertempat di halaman Setda Kuningan.
Launching tersebut Disaksikan oleh Para Staf ahli Bupati, Asisten Daerah, Para Kepala SKPD, Kepala Perum Bulog Sub Drive Cabang Cirebon Budi Sultika, Kepala Dinas Diskopdagperin U. Kusmana, Para Kepala Bagian, Subkon dan peserta apel yang merupakan pegawai Sekretariat Daerah Kuningan, baik ASN maupun non ASN.
Bupati Kuningan Acep Purnama menyampaikan bahwa langkah ini semoga menjadi sarana yang tepat dalam rangka menstabilkan harga beras mengingat sebentar lagi mendekati momentum Bulan Suci Ramadhan.
“Beras sebagai salah satu komoditas pangan pokok yang dikonsumsi oleh mayoritas penduduk indonesia. Beras menyumbang bobot inflasi sebesar 3,33% pada tahun 2022. Kenaikan harga beras secara mikro akan berdampak pada inflasi dan tingkat kemiskinan sedangkan secara mikro akan berdampak pada besarnya pengeluaran keluarga/rumah tangga atas beras yang akan mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga. Oleh karena itu perlu upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras di tingkat konsumen melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah,” jelas Acep.
Pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan beras di tingkat Konsumen, lanjut Acep, bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras di tingkat konsumen agar daya beli masyarakat terjaga dan inflasi terkendali. Kenaikan harga pangan biasanya terjadi pada saat menjelang Hari Besar Keagamaan Negara Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri.
Operasi Pasar tersebut, dikatakan Acep, akan didistribusikan ke 9 Kecamatan, meliputi Kecamatan Karangkancana, Kecamatan Ciwaru, Kecamatan Ciniru, Kecamatan Hantara, Kecamatan Cibingbin, Kecamatan Cibeureum, Kecamatan Cidahu, Kecamatan Cimahi dan Kecamatan Pancalang yang masing-masing akan mendapat jatah sebanyak 10 ton.
“Sementara sisanya, 20 ton akan didistribusikan ke 25 Desa melalui Muslimat NU. Dimana masyarakat bisa membeli beras premium dengan maksimal 10 KG dengan harga Rp 9.400 perkilogram,” ungkap Acep.
Kadiskopdagperin Kuningan, U. Kusmana, menyampaikan bahwa gelaran operasi pasar murah ini dibuka untuk membantu masyarakat Kabupaten Kuningan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari saat harga sembako mengalami kenaikan terlebih saat awal tahun seperti sekarang ini.
“Selama minggu terakhir kemarin telah terjadi kenaikan harga sembako di pasaran terutama beras dan minyak goreng. Sehingga, adanya operasi pasar ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kuningan untuk mencukupi kebutuhan bahan pangan sehari-hari,” ungkap Uu.
Kegiatan pasar murah ini lanjut Uu, bisa langsung diserbu warga karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga di pasaran pada umumnya. pasar murah ini juga akan digelar di beberapa lokasi titik Kecamatan di Kabupaten Kuningan selama sembilan hari ke depan yakni Operasi Pasar lewat Pasar Murah dimulai dari tanggal 20 Februari 2023 di Kecamatan Karangkancana, 21 Februari di Kecamatan Ciwaru, 22 Februari di Kecamatan Ciniru, 23 Februari di Kecamatan Hantara, 27 Februari di Kecamatan Cibingbin, 28 Februari di Kecamatan Cibeureum, 1 Maret di Kecamatan Cidahu, 2 Maret di Kecamatan Cimahi, dan 3 Maret 2023 di Kecamatan Pancalang. Adapun pelayanan operasi pasar murah dibuka dari pukul 09.00 s.d selesai.
“Kami harapkan masyarakat Kabupaten Kuningan khususnya yang sangat membutuhkan bisa memanfaatkan momentum ini untuk berbelanja kebutuhan sembako di operasi pasar murah ini, Masyarakat bisa membeli Beras Medium maksimal 10 Kg, dengan harga Rp.9.400 / Kg. tapi per orang di batasi hanya bisa membeli maksimal 20kg saja atau 2 kantong beras saja (10Kg/Kantong),” jelas Uu.
Sementara itu, Kepala Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Jawa Barat Budi Sultika, menambahkan bahwa keterlibatan Bulog dalam Operasi Pasar Murah ini dalam rangka membantu pemerintah untuk menjaga stabilitas harga komoditi.
“Operasi pasar murah ini kami dari Bulog berpartisipasi membantu pemerintah untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok. Tidak disediakan kupon khusus tetapi masyarakat setempat bisa datang di setiap operasi pasar yang digelar beberapa titik lokasi yang telah disebutkan tadi,” jelas Budi. (Ali)












































































































Discussion about this post