“Kusta bisa ditimbulkan oleh cara bersentuhan secara terus menerus dan lama. Kalau cuman sekali, dua kali tidak bakal tertular. Jadi kami harapkan jangan kucilkan mereka, jangan diskriminasikan orang yang punya kusta. Hanya satu tahun pengobatan, itu kalau rutin dan Insya Allah akan sembuh,” kata Enny.
Pada tahun peringatan hari kusta tahun 2020 ini ialah menangkis kusta dikalangan orang dewasa. Maka pihaknya membentuklah Santri Peduli Kusta.
“Mudah-mudahan tidak ada kusta lagi. Pembetukan Santri Peduli Kusta ialah bertujuan untuk mendeteksi secara dini dilingkungan pondok pesantren, nanti kita berikan pemahaman tentang ciri-ciri kusta, mulai dari bentuk, warna dan lainnya,” tandasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post