KOTA CIREBON, (FC).- Seminggu belakang ini curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Cirebon.
Disejumlah titik jalan baik jalan protokol maupun jalanan lainnya tergenang air hujan. Hal ini lah salah satu penyebab kerusakan jalan lebih cepat dari yang seharusnya.
Aspal mengelupas hingga jalan berlubang bermunculan, dari yang ukurannya sedang hingga menganga. Tentunya ini sangat membahayakan pengendara bisa membuat kecelakaan.
Pantauan di lapangan beberapa lubang jalan terlihat di jalur protokol, mulai dari kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo hingga Jalan Kartini.
Salah satu titik yang cukup mengkhawatirkan berada di persimpangan Gunung Sari, tepatnya pada jalur belok kiri dari arah Kartini menuju Cipto.
Di lokasi tersebut terdapat lubang berukuran cukup besar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Terlebih, aturan lalu lintas di titik itu memperbolehkan kendaraan belok kiri langsung tanpa menunggu lampu hijau.
Saat hujan turun, lubang tersebut kerap tertutup genangan air sehingga tidak mudah terlihat oleh pengendara.
“Kalau hujan lubangnya ketutup air, jadi sering tidak kelihatan waktu belok,” ujar Wahyu Riswandi, salah seorang pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Ia menilai kondisi trotoar di sepanjang Jalan Kartini sudah tertata rapi, namun perbaikan badan jalan dinilai masih perlu menjadi perhatian.
“Kalau lubang jalan yang dibiarkan, berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Apalagi genangan air menutup lubang itu, pengendara tidak melihat adanya lubang itu,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat membenarkan curah hujan tinggi belakangan ini berdampak pada munculnya kembali kerusakan jalan di sejumlah titik.
“Saat ini, kami telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota,” ujar Rachman, Jumat (30/1/2026).
Rachman menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan jalan pada awal tahun belum dapat langsung dilakukan pada Januari. Namun setelah proses pendataan rampung, perbaikan ditargetkan mulai berjalan pada awal Februari.
“Terkait anggaran pemeliharaan tahun ini, terdapat keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang juga berdampak pada sektor infrastruktur. Namun dana yang tersedia akan dioptimalkan untuk penanganan titik-titik prioritas,” pungkasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post