Lelang kemudian dilakukan dengan membuka 3 kali kesempatan penawaran dari masing-masing perusahaan, dengan tujuan untuk mendapatkan harga penawaran tertinggi dari peserta lelang.
Hingga akhirnya, salah satu perusahaan dinyatakan sebagai pemenang dengan penawaran tertinggi sejumlah Rp200 juta yakni PT Mandiri Sejahtera Sentosa.
“Kami hanya menetapkan batas bawah harga penawaran, dan menyerahkan pada mekanisme lelang untuk mendapatkan penawaran tertingi,” kata Petrus.
Sementara itu, Yusuf Arianto selaku Senior Manager Corporate Affairs mengaku, Cirebon Power akan terus berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat di daerahnya, terlebih pada desa-desa yang ada di dekat PLTU.
Salah satunya dengan meneruskan komitmen untuk menghibahkan 100 persen hasil lelang scrap pada masyarakat di sekitar pembangkit.
“Sedapat mungkin kalau ada kegiatan yang bermanfaat buat masyarakat ya kita gunakan untuk kepentingan masyarakat. Dan hasil penjualan scrap itu bukan untuk usaha kita, jadi ya kita manfaatkan untuk masyarakat. Ini kebijakan perusahaan kita,” ujar Yusuf.
Yusuf juga menjelaskan, bahwa sesuai hasil musyawarah dengan unsur Muspika Mundu dan Kecamatan Astanajapura, hasil penjualan scrap akan dialokasikan untuk pembangunan sarana prasarana publik atau fasilitas sosial di empat desa. Yakni Desa Kanci, Kanci Kulon, Citemu dan Waruduwur.















































































































Discussion about this post