MAJALENGKA, (FC).– Bupati Majalengka, Eman Suherman menanggapi beredarnya video kondisi jalan rusak di ruas Gandu–Panongan, Kecamatan Jatitujuh yang viral di media sosial. Eman Suherman menjelaskan, titik kerusakan yang ditampilkan dalam video tersebut memang berada di ruas Gandu–Panongan.
Penanganan akan dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) agar kerusakan tidak semakin meluas.
“Itu kerusakannya akan ditangani oleh UPTD, dan terima kasih sudah meng-upload sebagai bahan teman-teman di dinas untuk menindaklanjuti. Itu sebagai bentuk peduli,” kata Eman, Rabu (4/3/2026).
Ia menegaskan, prioritas perbaikan dilakukan pada titik yang tingkat kerusakannya lebih parah karena perbaikan dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan anggaran. Disisi lain, Eman juga mengingatkan agar penyampaian kritik di ruang publik tetap dilakukan dengan narasi yang santun dan membangun.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam pengawasan pembangunan, namun tetap harus disampaikan secara proporsional. Eman juga menjelaskan, jenis konstruksi hotmix memang memiliki sensitivitas terhadap genangan air hujan.
Air yang mengendap di badan jalan dapat mempercepat kerusakan permukaan aspal, terlebih saat ini lagi musim hujan.
Lebih jauh Bupati Eman meluruskan persepsi publik terkait masih ditemukannya jalan rusak di sejumlah wilayah. Ia menegaskan, program perbaikan jalan tahun 2026 merupakan periode pertama yang sepenuhnya disusun dalam perencanaan kepemimpinannya sejak menjabat sebagai bupati.
Eman menjelaskan, saat mulai menjalankan tugas pada Februari lalu, sebagian besar kondisi jalan dan program kegiatan sudah lebih dulu berjalan. Pada fase awal tersebut, dirinya lebih banyak melakukan eksekusi kebijakan yang telah direncanakan sebelumnya.
“Saya masuk Februari, jalan-jalan itu sudah ada. Saya hanya eksekusi. Di perubahan anggaran kemarin hanya bisa memasukkan Rp 5 miliar untuk infrastruktur. Baru tahun ini perencanaan saya penuh untuk perbaikan,” kata Eman.
Menurutnya, perencanaan yang disusun pada 2026 menjadi pijakan awal untuk melakukan pembenahan infrastruktur jalan secara lebih terukur dan menyeluruh. Total perbaikan jalan yang direncanakan tahun ini mencapai 117 kilometer yang tersebar di berbagai titik strategis Kabupaten Majalengka.
Namun, Eman menegaskan pelaksanaan perbaikan tidak bisa dilakukan sekaligus. Sejumlah faktor teknis menjadi pertimbangan, mulai dari kondisi cuaca hingga tahapan administrasi yang harus dilalui sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Kalau hari ini masih ada jalan rusak, memang belum semuanya bisa ditangani. Kita menunggu cuaca, dan juga proses administrasi. Itu tidak bisa dilompati,” ujarnya.
Selain faktor internal, koordinasi lintas instansi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Eman mencontohkan pembangunan dan perbaikan jembatan yang bukan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, sehingga memerlukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Seperti jembatan Pujung Danu, itu bukan milik kita. Kita harus koordinasi dulu dengan BBWS, kemarin sudah rapat di Cirebon, sekarang masih menunggu izin. Kalau belum turun, ya belum bisa dikerjakan,” jelasnya.
Eman menyadari persoalan jalan rusak menjadi salah satu keluhan utama masyarakat, terutama di media sosial. Ia menyebut, dalam beberapa waktu terakhir, isu jalan rusak bahkan menjadi pembahasan paling dominan dibandingkan persoalan lain.
“Di media sosial kemarin itu cuma dua yang ramai. Jalan rusak dan siltap. Siltap sudah cair setiap bulan,” katanya.
Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mempercepat perbaikan infrastruktur jalan menjelang Lebaran. Sedikitnya ada 30 titik jalan yang tersebar di sejumlah wilayah mulai dikebut pengerjaannya untuk memastikan kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat.
Anggaran infrastruktur jalan pada tahun 2026 sebesar Rp 150 miliar tidak hanya berada di satu OPD, melainkan tersebar di tiga organisasi perangkat daerah, yakni Dinas PUTR, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP).
Total panjang jalan yang masuk dalam program perbaikan mencapai 117 kilometer dengan dukungan anggaran sebesar Rp 143 miliar. Untuk mengejar waktu, skema pengadaan dilakukan secara langsung agar proses pengerjaan bisa berjalan lebih cepat.
Meski demikian, Eman meminta kritik publik tidak disikapi secara defensif. Menurutnya, keluhan warga justru harus menjadi pemicu semangat pemerintah daerah untuk bekerja lebih baik dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. (Munadi)












































































































Discussion about this post