KOTA CIREBON, (FC).- Perum Bulog Cabang Cirebon saat ini menguasai 136 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hasil pengadaan dalam negeri.
Jumlah tersebut dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga 11 bulan ke depan.
Pimpinan Cabang Bulog Cirebon Imam Mahdi mengatakan, stok tersebut merupakan beras penugasan pemerintah atau Public Service Obligation (PSO).
“Itu stok beras yang PSO. Sedangkan beras komersial kualitas premium kita punya stok sekitar 9 ton. Kita juga masih terus melakukan penyerapan beras dan gabah petani,” ujar Imam kepada wartawan, Senin (16/3).
Selain beras, Bulog Cirebon juga memiliki stok sejumlah komoditas lain. Di antaranya gula 2 ton, terigu 17 ton, serta minyak goreng MinyaKita sebanyak 176 ribu kiloliter.
Imam menjelaskan, stok komoditas penugasan pemerintah tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penyaluran ke pasar melalui program SP2KP maupun bantuan pangan di wilayah kerja Bulog Cirebon.
Menurutnya, penyaluran bantuan pangan untuk wilayah Kota Cirebon direncanakan mulai 25 Maret mendatang.
“Insya Allah untuk kuota Kota Cirebon akan kita laksanakan tanggal 25 Maret yang akan dilaunching oleh Pak Wali Kota,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bulog Cirebon juga mendapat penugasan pemerintah untuk melakukan penyerapan jagung. Saat ini, stok jagung yang dikuasai Bulog Cirebon mencapai 1.500 ton.
Imam menegaskan, ketersediaan stok pangan yang cukup diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat menjelang Lebaran.
“Dengan stok sebanyak itu, insya Allah masyarakat bisa melaksanakan Lebaran dan mudik dengan aman dan tenang karena stoknya mencukupi,” tandasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, stok MinyaKita sebanyak 176 ribu kiloliter dikelola dengan skema Domestic Market Obligation (DMO) untuk disalurkan ke pasar-pasar melalui operasi pasar SP2KP.
Minyak goreng tersebut dijual kepada masyarakat oleh pengecer sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Sementara itu, minyak goreng PSO disalurkan langsung kepada masyarakat melalui program bantuan pangan berbasis data by name by address.
Imam menuturkan, kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pasokan (suplai) dan permintaan (demand) di pasar.
Ia menjelaskan bahwa bantuan pangan dapat menekan permintaan di pasar, sementara operasi pasar meningkatkan pasokan. Dengan kondisi tersebut, harga diharapkan menjadi lebih stabil.
“Kita menurunkan demand melalui bantuan pangan, dan menambah suplai dengan operasi pasar, sehingga kalau itu stabil, harga pasti turun,” jelasnya.
Untuk memastikan stabilitas harga, Imam mengaku rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar, khususnya terhadap komoditas yang menjadi penugasan Bulog seperti beras dan minyak goreng.
Sebelumnya, harga beras premium di Kota Cirebon sempat mengalami kenaikan. Namun menurut Imam, harga tersebut masih berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah.
Selain beras, harga minyak goreng juga sempat naik. Namun setelah Bulog melakukan operasi, harga kembali mengalami penurunan.
“Selain itu ada juga kenaikan minyak, tapi begitu kita gelontorkan ke pasar, harga jadi turun,” tandasnya. (Andriyana)












































































































Discussion about this post