KAB. CIREBON, (FC).- Beredarnya video Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan dan Kesra pada Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, H Asdullah Anwar marah-marah soal mutasi, dinilai tidak elegan. Apalagi, dalam video pun Asdullah sempat menyebutkan nama yang diduga diusung dirinya tidak diakomodir.
Saat dikonfirmasi, Bupati Cirebon, H Imron kepada wartawan mengungkapkan, hasil mutasi dan rotasi serta promosi kemarin itu tidak ada kegaduhan tidak apa, yang ribut itu mungkin ingin, tetapi tidak tercapai. Perlu diketahui bersama, rotrasi mutasi di tubuh ASN itu adalah hal biasa, jabatan itu bukan hak pegawai tetapi kepercayaan pimpinan, dimanapun ditempatkan harus siap dan menerima.
“Di Jawa Barat tidak ada eselon III dan IV yang di tes uji kompetensi. Hanya di Kabupaten Cirebon saja. Karena yang memintanya banyak. Tetapi tempatnya sedikit. Maka saya mengadakan tes itu. Dan tes itu hanya ijtihad untuk mengambil yang manfaaat dan maslahat. Setelah dites minimalnya saya mengetahui kemampuan pejabat itu cocoknya di mana, dan tes itu tidak perlu diumumkan, hanya untuk konsumsi pimpinan. Beda dengan eselon II,” kata Imron, Kamis (6/1).
Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Mohamad Luthfi mengaku sangat menyayangkan video itu beredar luas. Sebab, hal itu menunjukan sikap Asdullah yang dinilainya tidak elegan dalam menyikapi persoalan yang ada soal mutasi. Ia pun mengaku sempat menonton videonya meski tidak sampai selesai. Tetapi, intinya ia dapat menangkap arahnya kemana. “Marah-marah Asdullah dalam video itu tidak elegan. Harusnya protes itu diajukan ke PTUN jika memang tidak puas hasil mutasi. Ya mungkin itu hanya bentuk kekecewaan Asdullah saja secara pribadi,” kata Luthfi.
Jika tidak ke PTUN, kata dia, Asdullah bisa duduk bareng membicarakannya baik-baik dengan Sekda maupun Kepala BKPSDM, tidak perlu melakukan hal-hal yang dinilai kurang baik. Meski menurutnya, ketidakpuasan hasil mutasi dan rotasi pejabat menjadi sesuatu hal yang wajar. “Karena memang bicara persoalan suka dan tidak suka. Selesaikanlah secara aturan saja. Lagi pula, Asdullah itu kan Baperjakat, kenapa harus marah-marah sampai videonya viral,” ungkap Luthfi.
Politisi PKB ini juga mengaku, pada prinsipnya proses rotasi mutasi, termasuk sistem yang telah dilakukan, justru saat ini menurutnya ada perbaikan dibandingkan beberapa waktu lalu. Tinggal, bagaimana Pemkab Cirebon melakukan strategi perubahan manajemen setelah mutasi. “Pokoknya, sudahi sajalah persoalan suka tidak suka masalah mutasi. Toh prosesnya juga sudah selesai. KASN dan Kemendagri juga selalu memantau. Kalau tidak puas, pakai mekanisme dan cara-cara yang luwes,” katanya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post