MAJALENGKA, (FC).- Guna menumbuhkan tarap ekonomi di pedesaan di saat pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Majalengka mengulirkan beragam program dalam meningkatkan perekonomian warga, salah satunya program padat karya.
Program padat karya dimaksudkan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat pedesaan ditengah pandemi yang berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat desa.
Menurut Bupati Majalengka, Karna Sobahi, kegiatan yang besumber dari APBD kabupaten bertujuan untuk membuka lowongan kerja dan menumbuh kembangkan gotong royong dan kekompakan.
“Pandemi Covid-19 ini semua terdampak termasuk sektor ekonomi. Di Majalengka kita akan perkuat hal itu melalui program kerakyatan,” tuturnya.
Karna mengklaim saat ini di tengah masa pandemi, laju perekonomian di Kabupaten Majalengka tidak terganggu. Bahkan selama pandemi, laju ekonomi daerah ini dinilai terbaik se-Provinsi Jabar.
“Hasil sensus dari BPS (Badan Pusat Statistik), ternyata Majalengka itu adalah laju perekonomian terbaik di Jawa Barat. Saya bilang dari apa ini?” kata Karna.
Ekonomi kerakyatan, ujarnya, menjadi modal besar masyarakat Majalengka mampu bertahap saat pandemi ini terjadi.
Bidang pertanian adalah salah satu ekonomi kerakyatan yang memiliki peran strategis dalam menggerakkan laju perekonomian di Majalengka.
“Ternyata ekonomi kerakyatan di kita cukup baik. Pada musim Covid itu di Majalengka sedang terjadi panen besar. Lalu UMKM yang sedang kami gerakkan ini. Pengangguran terbuka (di Majalengka) sangat rendah,” ujar Bupati Majalengka.
“Kenaikan IPM ditopang kesehatan dan pendidikan, sementara daya beli menurun drastis karena Covid-19. Sehingga daya beli yang menurun menyebabkan angka kemiskinan meningkat,” ujarnya.
Kepala BPS Majalengka Jerison Sumual mengatakan, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan angka kemiskinan di Majalengka sama-sama mengalami peningkatan.
Tahun 2020, IPM Majalengka sebesar 67,59 atau naik 0,07 persen dibanding IPM tahun 2019 yaitu 67,52. Untuk jumlah warga miskin pada 2019, sebesar 10,06 persen, naik sekitar 1,37 persen dibanding 2020 sebesar 11,43.
“Diprediksi sekitar 138.00c0 masyarakat miskin dari sekitar 1,3 juta jumlah penduduk Kabupaten Majalengka,” kata Jerison.
Menurut dia, IPM Majalengka masih lebih baik dibanding Kabupaten Indramayu. Sedangkan angka kemiskinan meningkat terkait dengan IPM.
“Kenaikan IPM ditopang kesehatan dan pendidikan, sementara daya beli menurun drastis karena Covid-19. Sehingga daya beli yang menurun menyebabkan angka kemiskinan meningkat,” ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbangda) Kabupaten Majalengka, Yayan Sumantri mengatakan skala prioritas pembangunan Rencana Kerja Perintah Daerah (RKPD) Pemkab Majalengka tahun 2022, difokuskan pada penanganan pemulihan ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19.
Menurut Yayan, prioritas RKPD Majalengka tahun 2022 yaitu pertumbuhan perekonomian yang stabil dan pemberdayaan masyarakat untuk memantapkan daya saing daerah melalui percepatan pemulihan ekonomi dan sosial akibat Covid-19.
Dia juga menjelaskan, untuk prioritas pembangunan tahun 2022 yaitu peningkatan nilai agama dalam perilaku kehidupan bermasyarakat.
Kemudian, lanjut dia, pengurangan kesenjangan pembangunan antar wilayah dan sektor serta penanggulangan kemiskinan, pengembangan sektor unggulan pariwisata, pertanian dan industri.
“Peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan dan reformasi birokrasi, berikut mewujudkan kemandirian desa juga menjadi prioritas pembangunan di tahun 2022,” ujarnya.
Dalam penyelenggaraan kinerjanya, kata dia, Pemkab Majalengka menargetkan beberapa indikator makro di tahun 2022 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas manusia dengan menurunkan tingkat kemiskinan serta pengangguran.
Sekaligus mengurangi kesenjangan pendapatan dan wilayah serta terjaganya keberlanjutan lingkungan dan stabilitas ekonomi. (red/FC)















































































































Discussion about this post