KAB.CIREBON, (FC).- Dua Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon mendapatkan anggaran program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan RI, salah satunya SD Negeri 1 Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon yang memulai pembangunannya, Senin (25/8).
Kepala koordinator wilayah (korwil) pendidikan Kecamatan Lemahabang, Casma menjelaskan, sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon saat ini mulai merasakan perhatian pemerintah melalui program pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan revitalisasi ruang belajar.
Peletakan batu pertama pembangunan RKB SDN 1 Belawa yang dilakukan menandai dimulainya upaya pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan yang selama ini terbatas, kondisi sarana-prasarana sekolah di wilayahnya memang masih banyak yang membutuhkan perhatian. Namun, bantuan yang turun tahun ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Lemahabang.
“Alhamdulillah artinya secara bertahap pemerintah pusat dan daerah dengan skala prioritas sudah mulai memberikan bantuan ke sekolah-sekolah yang memang membutuhkan rehabilitasi ruang kelas dan sarana-prasarana lainnya. Tahun anggaran sekarang di Lemahabang ada beberapa sekolah yang mendapatkan perbaikan, seperti SD Sarajaya I dengan bantuan MCK tiga pintu, SDN Tuk Karangsuwung yang mendapat rehab tiga ruang kelas dari dana daerah, lalu bantuan pusat untuk SDN 1 Belawa dan SDN 1 Sindang Laut,” terang Casma.
Meski demikian, kebutuhan ruang belajar masih cukup besar. “Diperkirakan ada sekitar 10 sekolah di Lemahabang yang urgent untuk segera direhabilitasi. Rata-rata masalahnya perbaikan ruang kelas dan ruang guru. Banyak sekolah yang tidak punya ruang guru sehingga terpaksa menggunakan perpustakaan, padahal seharusnya perpustakaan untuk fasilitas literasi siswa,” jelasnya.
Kepala SDN 1 Belawa, Sukra menyampaikan rasa syukurnya karena sekolah yang dipimpinnya termasuk salah satu penerima bantuan. Namun, ia mengakui kebutuhan ruang belajar di sekolahnya masih jauh dari kata ideal.
“Alhamdulillah untuk Belawa 1 karena beberapa hal sudah dibangun dari dana lain, sehingga untuk proyek revitalisasi dari kementerian hanya dapat 3 menu. Menu pertama pembangunan ruang kelas baru 1, kemudian ruang UKS 1, dan toilet 2 paket. Total dana sekitar 600-an juta,” ungkapnya.
Menurut Sukra, kebutuhan ruang kelas tambahan di SDN 1 Belawa masih mendesak. Saat ini jumlah siswa mencapai 330 orang, sementara hanya tersedia delapan ruang kelas.
“Sebenarnya kami masih membutuhkan 3 ruang kelas lagi, tapi baru dipenuhi 1. Idealnya untuk jumlah siswa sekarang, harus ada 12 ruang belajar,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat setiap tingkat kelas harus dibagi menjadi dua rombongan belajar. Bahkan beberapa ruangan terpaksa dialihfungsikan.
“Salah satu penyebab kekurangan ruang itu karena ada ruang kelas yang dipakai untuk ruang guru. Kami juga belum memiliki ruang guru khusus. Ditambah lagi perpustakaan sudah diusulkan, tapi belum dapat juga,” tambah Sukra.
Meski terbatas sarana, SDN 1 Belawa tetap mencatat prestasi yang membanggakan. “Alhamdulillah untuk saat ini juga kita dinilai sekolah berkinerja baik. Pada ANBK kelas lima, nilainya semuanya di atas rata-rata dan setiap tahun naik. Sehingga kita juga dapat bantuan BOS Kinerja yang digunakan untuk pelatihan-pelatihan kepala sekolah dan guru, termasuk penyempurnaan kurikulum dan penyiapan tenaga pengajar coding serta AI, sesuai arahan Wapres Gibran,” terangnya.
Di SDN 1 Belawa saat ini terdapat 12 tenaga pengajar, ditambah operator dan penjaga sekolah yang masih berstatus honorer murni.
Tak hanya SDN 1 Belawa, sekolah lain di Lemahabang juga menerima bantuan. Kepala SDN 1 Sindang Laut, Ikin menyebut, pihaknya mendapat dana revitalisasi senilai Rp1,3 miliar. Dana itu digunakan untuk rehabilitasi enam ruang kelas, tambahan ruang administrasi atau ruang guru, ruang UKS, dan toilet.
“Tahun ini kami dari SDN 1 Sindang Laut dapat bantuan revitalisasi sejumlah Rp1,3 miliar. Alhamdulillah dana ini untuk alokasi tempat belajar siswa,” ujarnya.
Berbeda dengan SDN 1 Belawa, kebutuhan ruang kelas di SDN 1 Sindang Laut dinilai sudah mencukupi.
“Alhamdulillah untuk RKB di Sindang Laut tercukupi. Jumlah siswa sekitar 410 dengan 12 ruang kelas. Semua tingkat punya dua rombel. Hanya sebelumnya kami tidak punya ruang guru sehingga memakai perpustakaan. Dengan adanya tambahan ruang guru, Alhamdulillah bisa lebih nyaman,” jelas Ikin. (Nawawi)










































































































Discussion about this post