KAB.CIREBON, (FC).- Aktivitas balap lari liar yang diduga disertai taruhan uang marak terjadi selama bulan Ramadan di Jalan Syehdatul Khafi, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang berlangsung pada dini hari itu membuat warga resah karena kerap menutup akses jalan dan memicu kerumunan puluhan remaja.
Berdasarkan pantauan warga, balap lari tersebut hampir digelar setiap malam sekitar pukul 00.00 WIB saat kondisi jalan raya mulai sepi. Para peserta maupun penonton memenuhi badan jalan hingga menghambat pengendara yang melintas.
Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Yanto, mengatakan sebelum perlombaan dimulai, sejumlah remaja biasanya menutup sementara jalan menuju arah Desa Trusmi agar balapan dapat berlangsung tanpa gangguan kendaraan.
“Selama bulan puasa hampir setiap hari ada balap lari. Biasanya mulai sekitar pukul 00.00 WIB. Kalau sudah mau mulai, jalan menuju arah Desa Trusmi ditutup dulu,” ujar Yanto, Jumat (6/3) dini hari.
Menurutnya, balap lari tersebut tidak sekadar ajang olahraga. Aktivitas itu diduga disertai taruhan uang yang melibatkan peserta maupun penonton.
“Kata anak-anak yang sering nonton, taruhannya bisa sampai jutaan rupiah. Biasanya mereka patungan dulu bagi yang ingin taruhan, lalu uangnya dikumpulkan,” katanya.
Selain dugaan praktik taruhan, kerumunan puluhan remaja di tengah jalan juga membuat para pengguna jalan merasa khawatir. Tidak sedikit pengendara yang memilih memutar balik karena mengira kerumunan tersebut merupakan kelompok geng motor yang hendak melakukan aksi tawuran.
“Banyak pengendara yang akhirnya putar balik karena takut. Mereka kira itu geng motor yang mau tawuran,” tambahnya.
Warga berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli di kawasan tersebut agar aktivitas balap lari liar yang diduga disertai taruhan dan berpotensi mengganggu ketertiban umum itu segera dihentikan. (Johan)













































































































Discussion about this post