KAB.CIREBON, (FC).- Arus balik Idulfitri 2026 di jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah Cirebon mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan pada Minggu (22/3) malam. Kepadatan terpantau dari dua arah, baik kendaraan dari Jawa menuju Jakarta maupun sebaliknya.
Kendaraan roda dua dan roda empat mendominasi arus lalu lintas, khususnya dari arah Jawa menuju Jakarta. Sementara arus dari Jakarta menuju Jawa Tengah juga terpantau ramai, terutama di kawasan pusat kuliner empal gentong di Tengahtani, Kabupaten Cirebon.
Di lokasi tersebut, antrean kendaraan berpelat nomor luar daerah terlihat memadati area parkir rumah makan dan toko oleh-oleh.
Banyak pemudik memanfaatkan momen arus balik untuk singgah membeli buah tangan sebelum melanjutkan perjalanan.
Seorang pemudik asal Wonosobo, Teguh Santoso, mengaku tetap terjebak kemacetan meski memilih pulang lebih awal.
“Saya berangkat H+2 untuk menghindari macet, tapi tetap terjebak berjam-jam di perjalanan,” ujarnya.
Sementara itu, arus kendaraan menuju Jakarta relatif ramai lancar dengan kecepatan rata-rata sekitar 60 kilometer per jam. Namun, kepadatan masih terjadi di sejumlah titik, salah satunya di simpang empat lampu merah Plered.
Kemacetan di titik tersebut dipicu tingginya aktivitas masyarakat lokal yang bercampur dengan arus kendaraan pemudik.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di sejumlah ruas tol.
Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Senin (23/3) pukul 12.00 WIB hingga Minggu (29/3) pukul 00.00 WIB, guna mengurai kepadatan yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. (Johan)
















































































































Discussion about this post