KUNINGAN, (FC).- Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kuningan menyiapkan dua skenario pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah sebagai langkah antisipasi kemungkinan perbedaan penetapan 1 Syawal dengan pemerintah.
Ketua PD Muhammadiyah Kuningan, Ustadz Dadan Rohmatun Ramdan, Lc, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu hasil sidang isbat sebagai dasar penentuan hari raya secara nasional.
“Yang sudah pasti, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kutaraja akan mengadakan Salat Id dengan khatib Ustadz Yusuf Ali dan imam Ustadz Abdurrahim,” ujarnya saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Kamis (19/3).
Ia menjelaskan, apabila terjadi perbedaan penetapan Idulfitri, Muhammadiyah Kuningan telah menyiapkan pelaksanaan Salat Id di Kampus Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan), dengan dirinya bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
“Namun jika hasilnya sama dengan pemerintah, maka Muhammadiyah tidak akan menggelar salat Id secara terpisah dan mengimbau warga untuk mengikuti pelaksanaan ibadah di daerah masing-masing,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Dadan menegaskan bahwa perbedaan penentuan Idulfitri merupakan hal yang lumrah dalam kajian fiqih dan tidak perlu menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
“Perbedaan adalah bagian dari kekayaan dalam khazanah Islam. Ini hanya ranah analisa dan kesimpulan fiqih, bukan hal yang prinsip. Karena itu, harus disikapi dengan cerdas dan tasamuh,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperbaiki diri.
“Di momen Idulfitri ini, mari kita lapangkan hati, jernihkan pikiran, dan bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik, serta saling menguatkan demi kemajuan umat dan bangsa,” pungkasnya. (Angga)













































































































Discussion about this post