KAB.CIREBON, (FC).- Bakat pesepak bola muda asal Desa Babakangebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, mulai menarik perhatian.
M. Aqil Fayyadh terus menunjukkan perkembangan positif di dunia sepak bola dengan sederet prestasi yang diraih sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Putra pasangan Sudiatna dan Endang Widyaningsih itu mulai mengenal sepak bola saat masih duduk di kelas III SDN 2 Babakangebang.
Ketertarikannya terhadap olahraga tersebut terus berkembang hingga akhirnya bergabung dengan Evolution of Sportscience Football Academy (EVOSS FA) di Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, di bawah bimbingan pelatih Thobari Suryani.
“Aqil sudah menyukai sepak bola sejak kelas III SD dan sampai sekarang terus berlatih dengan serius,” ujar ayahnya, Sudiatna, yang akrab disapa Yayat, kepada FC, Rabu (1/7).
Memasuki kelas V sekolah dasar, Aqil mulai aktif mengikuti berbagai turnamen bersama tim sekolah maupun EVOSS FA.
Kesempatan bertanding secara rutin dinilai menjadi bekal penting dalam meningkatkan kemampuan teknik, pengalaman, dan mental bertandingnya.
Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika Aqil berhasil membawa SDN 2 Babakangebang meraih juara pertama pada Kejuaraan Tsanegal Futsal Club yang digelar di MTs Negeri 9 Cirebon pada 25–26 Mei 2026.
“Prestasi ini menjadi motivasi agar Aqil terus berkembang dan tidak cepat puas,” kata Yayat.
Kini, Aqil tercatat sebagai siswa SMP Negeri 1 Babakan. Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan, ia tetap konsisten menjalani latihan bersama EVOSS FA dan saat ini memperkuat timnya dalam Turnamen Piala Bung Karno Seri 2 kelompok usia U-12 yang berlangsung di Lapangan Sumur Panggang, Kota Tegal.
Orang tua Aqil berharap putranya terus mendapatkan pembinaan yang optimal, baik dari sekolah maupun akademi sepak bola, sehingga bakat yang dimilikinya dapat berkembang secara maksimal.
“Harapan kami, Aqil terus berlatih, semakin sering mengikuti kompetisi, dan suatu saat bisa menjadi pemain sepak bola profesional,” ungkap Yayat.
Tak hanya aktif di lapangan hijau, Aqil juga mengikuti berbagai kegiatan akademik dan nonakademik di sekolah, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLSN).
Meski demikian, hingga kini ia masih lebih banyak tampil di kompetisi tingkat sekolah dan sekolah sepak bola (SSB), sehingga kesempatan untuk dilirik klub-klub besar di luar daerah masih terbatas.
Keluarganya berharap Aqil memperoleh lebih banyak kesempatan mengikuti turnamen dengan level yang lebih tinggi agar kemampuannya semakin terasah dan mendapat perhatian klub-klub profesional.
Dengan disiplin, kerja keras, dan pembinaan yang berkesinambungan, Aqil menargetkan dapat berkarier sebagai pesepak bola profesional hingga suatu hari mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia. (Nawawi)










































































































Discussion about this post