INDRAMAYU, (FC).- Kilang minyak milik Pertamina RU VI Balongan di Kabupaten Indramayu meledak, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (29/3) sekitar pukul 01.00 WIB.
Peristiwa kebakaran itu menimbulkan beberapa kali ledakan dan menyebabkan puluhan orang terluka.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri saat meninjau langsung TKP kebakaran milik Pertamina RU VI Balongan mengatakan, dugaan sementara peristiwa kebakaran tangki T-301G milik Pertamina di kilang Pertamina RU VI Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu karena terjadi kebocoran di bagian tangki
Perihal itu diungkapkan Kapolda. Namun demikian, kata Dofiri, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa kebakaran kilang Pertamina RU VI, mengingat pada saat kejadian kondisi cuaca tengah hujan disertai petir
“Awalnya ada rembesan. Ada kebocoran tangki dan sedang dalam penanganan. Kemudian ada petir yang menyambar, apakah karena petir atau apa, kita belum tahu kepastiannya,” kata Dofiri, Senin (29/3).
Dofiri memastikan situasi saat ini sudah terkendali. Kobaran api di lokasi kejadian sudah mereda.
“Sudah kita lakukan lokalisir. Api saat ini sudah reda dibandingkan tadi malam,” kata Dofiri.
Dofiri mengatakan untuk korban ada 21 orang dan korban ini merupakan warga yang pada saat kejadian sedang melintas dijalan pada saat ledakan kilang tersebut terjadi .
Baca Juga: Unit Produksi Milik RU VI Balongan Meledak
“Sebagian besar korban adalah warga yang melintasi bukan pihak Pertamina,” ungkapnya
Sementara itu, saat disinggung mengenai adanya penjarahan di rumah warga yang ditinggal, pihaknya pun memastikan bahwa ini masih sebatas isu.
Pihaknya juga sudah memerintahkan Kapolres Indramayu untuk mengamankan lokasi yang ditinggalkan warga.
“Intinya kami jamin dan warga diharapkan tetap tenang, kalau situasi sudah clear baru boleh kembali kerumah masing-masing,” ungkapnya
Sementara itu, Plt Sekretaris BPBD Indramayu Caya mengatakan, rencananya proses pemadaman melibatkan petugas Damkar dari Pertamina Cilacap.
“Nanti didatangkan perbantuan dari (Pertamina) Cilacap. Mungkin sekitar tiga harian bisa padam kalau melihat situasi,” kata Caya
Lebih lanjut, Caya mengatakan saat ini petugas masih bersiaga di posko pengungsian dan penjagaan. Caya menyebutkan situasi di lokasi kejadian sudah terkendali.
“Sekarang kita sedang mencari tempat untuk memindahkan pengungsi. Ini yang paling penting. Kalau untuk di lokasi sudah terkendali,” kata Caya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jhoni Takarasel meminta masyarakat tak perlu panik. Saat ini petugas masih berupaya memadamkan api di lokasi kejadian.
“Api masih menyala. Petugas bergiliran, masih ada petugas di sana,” kata Jhoni.
BPBD Indramayu mencatat, total korban luka sebanyak 35 orang. Perinciannya, 29 orang mengalami luka ringan dan 6 luka berat. Sebagian besar korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. (Agus/FC)
Berikut ini idenitas sementara korban luka ringan;
1. Noaf Firmansyah (21)
2. Muhammad Sidiq Maulana (13)
3. Guntur Mauluna (13)
4. Suteni (53)
5. Yasmin 6. Mulyana (82)
7. Dawin (80
8. Romalah (55)
9. Sanusi (90)
10. Warti (80)
11. Rokamah (80)
12. Tiah (100)
13. Raminah (60)
14. M Sidiq (13)
15. Ade Suratman (security)
Enam orang luka berat:
1. Kosim B Durakman (18)
2. Abdul alias Adil (18)
3. Ibnu Ajis (18)
4. Ahmad Asrori (18)
5. Khoirul Ikhwan (16)
6. Dani (18)
Seorang warga meninggal dunia pasca ledakan kilang
1. Mashadi Dulkodir (62), warga Desa Balongan, Kecamatan Balongan
Sebanyak 932 warga mengungsi di tiga titik pengungsian:
1. Pendopo Kabupaten Indramayu: 320 Jiwa
2. Gor Bumi Patra: 220 Jiwa
3. Masjid Islamic Center Indramayu: 392 Jiwa
Enam desa terdampak
1. Desa Balongan
2. Desa Majakerta
3. Desa Rawadalem
4. Desa Sakaurip
5. Desa Sukeraja dan
6. Desa Tegalurung.











































































































Discussion about this post