“Pada bulan Januari jumlah lahan sawah yang terendam banjir mencapai 3.480 hektar. Setelah surut, diketahui ada 464 hektar sawah yang melakukan replanting,” jelasnya.
Adapun wilayah yang paling luas dilakukan replanting berada di Kecamatan Kapetakan, yakni 305 hektar. Kemudian disusul Kecamatan Panguragan seluas 93 hektar dan Suranenggala 63 hektar,
Diberitakan sebelumnya, banjir kerap terjadi di desa Bayalangu Kidul, sehingga dirinya harus kembali melakukan tanam ulang untuk yang ke empat kalinya.
“Banjir semakin siang air semakin meningkat, karena air kiriman masih tinggi,” tutur Darsini.
Untuk sekali tanam ulang, Darsini mengaku mengeluarkan biaya hingga Rp1 juta untuk luas satu hektar. Jika dihitung dengan modal awal sebanyak Rp6 juta dan empat kali tanam ulang, maka kocek yang dikeluarkan mencapai Rp10 juta.
“Itu diluar sewa sawah, jadi enggak jadi harga sewah tidak bisa kurang,” paparnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post