KOTA CIREBON, (FC).- Seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon, yang berkantor di Gedung Setda akan pindah pada akhir April 2026. Pemkot Cirebon terpaksa mengosongkan gedung 8 lantai ini demi keselamatan dan kenyamanan pegawai.
Keputusan ini diambil setelah hasil audit Politeknik Negeri Bandung (Polban) menyatakan Gedung Setda tidak aman. Gedung setda juga saat ini menjadi barang bukti kasus korupsi yang menyeret mantan Walikota Cirebon.
Asisten Administrasi Umum (Asmin) Setda Kota Cirebon Arif Kurniawan menyampaikan bahwa, seluruh pegawai termasuk kepala daerah akan berkantor di Grage City Mall (GCM). Lokasi ini dipilih lantaran pihak GCM memberikan tempat secara gratis.
“Tempatnya gratis tapi untuk kebutuhan lain tetap kami yang tanggung seperti air, listrik dan lainnya,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (31/3).
Secara teknis Arif menjelaskan, setiap bidang akan di sekat dengan partisi. Sementara ruangan kepala daerah terpisah dengan pegawai lain namun masih ada di lokasi yang sama.
“Jadi nanti di bagian tengah GCM dipasang partisi setiap ruangan. Khusus walikota, wakil walikota dan sekda nanti di ruangan khusus,” jelasnya.
Gedung Setda kosong dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Pasalnya sampai dengan saat ini gedung Setda masih bagian dari barang bukti kasus korupsi. Persoalan ini juga yang membuat renovasi tertunda.
“Tetap dikosongkan karena gedungnya mengkhawatirkan. Kami masih menunggu persoalan kasus gedung Setda inkrah,” jelasnya.
Meski kosong, tetap ada petugas yang berjaga dan merawat gedung Setda. Untuk kepindahan kantor setda ke GCM sendiri pihaknya menganggarkan sebesar Rp700 juta.
“Masih ada yang berjaga sama petugas kebersihan sampai renovasi dikerjakan. Awalnya dianggarkan Rp900 juta tapi berkurang karena efesiensi anggaran,” ujarnya. (Agus)


















































































































Discussion about this post