Kurangnya koordinaai antar dinas di Kabupaten Cirebon merupakan salah satu penyebab kondisi yang menjadi keluhan para petani tak juga tertangani.
“Solusi saat ini akan menghubungkan saluran sekunder ke Bendung Kemplang, karena selama ini mengandalkan dari saluran primer dari Bendungan Surakatiga Ambit Waled tidak bisa maksimal karena sendimentasi,” tegasnya.
Terkait kondisi Bendung Kemplang sendiri yang mengalami sedimentasi cukup tinggi, melalui Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon akan mendorong dilakukannya normalisasi untuk pengerukan supaya kembali seperti dulu.
Hermanto mentargetkan untuk tahun 2020 ini saluran sekunder irigasi pertanian yang masuk ke wilayah Desa Gembongan Mekar dan sekitarnya bisa ditangani dan dalam musim tanam tahun 2020 petani sudah bisa tanam minimal 2 kali dalam satu musim.
“Kita sudah meminta kepada Dinas PUPR untuk cepat direalisasi, kita minta target tahun ini petani bisa tanam dha kali dalam satu musim,” ungkapnya.
Sementara Kasie Operasi Pemeliharaan Irigasi (OPI) Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Hariri menjelaskan, persoalan krusial soal pengairan areal pertanian di Kabupaten Cirebon adalah masih bergantung dari sungai, sehingga masih bergantung kepada kabupaten lain.















































































































Discussion about this post