“Dulu Bendungan Kemplang yang luasnya 1 hektar kedalamannya lebih dari 10 meter, saat ini kondisi pintu air rusak sehingga terjadi endapan yang sangat dahsyat dan kedalaman hanya sekitar 1 meter saja,” ungkap Karma.
Ditambahkannya, beberapa upaya yang dilakukan petani dengan pemerintah desa yang dilintasi irigasi tersebut sering dilakukan. Namun keluhan, usulan para petani tak pernah ditanggapi serius.
Dengan alasan berbagai hal diantaranya saling lempar kewenangan baik pada pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah Kabupaten Cirebon..
“Saya sebagai petani tidak mau tahu apakah itu kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten, silahkan koordinasikan, yang penting kami (petani) minta bagaimana persoalan air bisa segera ditangani, dan petani bisa mudah mendapatkan air, saat musim hujan saja saluran terkadang kering apalagi musim kemarau,” keluh Karwa.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang juga Ketua Komisi III Kabupaten Cirebon, Hermanto mengungkapkan, sulitnya para petani khususnya di Desa Gembongan Mekar dan sekitarnya mendapatkan air untuk pengairan sawah sudah terjadi sejak lama.
Selama ini, kata dia, petani hanya bisa menanam padi hanya satu kali dalam satu musim,. Padahal, dulu setahun bisa tanam hingga tiga kali.














































































































Discussion about this post