Kesederhanaan dan Motivasi Keluarga Mengantarkan Kesuksesan
Miliki cita-cita mulia, untuk mendirikan museum Al-Qur’an dan Sekolah Tahfidzul Qur’an, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon Affiati tak pernah sangka bayangkan dirinya saat ini yang telah menjadi seorang wakil rakyat dan abdi masyarakat.
Terlahir dari keluarga yang sederhana, Affiati kecil memiliki cita-cita untuk berjuang dan mengabdi di jalan pendidikan. Oleh sebab itu, lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Affiati melanjutkan pendidikannya D1 PGTK IAI BBC dan mulai mengajar di Darut Tauhid pada tahun 1994 dengan honor pertama sebesar Rp30.000,- ribu rupiah setiap bulannya.
Meski, saat ini nominal tersebut terlihat kecil, akan tetapi, di masa lalu nilai tersebut sangatlah cukup untuk menghidupi Affiati dan juga kedua orang tuanya. Setidaknya, dapat mengajak kedua orang tuanya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan mengkredit alat penanak nasi yang pada saat itu menjadi populer di kalangan masyarakat dikarenakan awal kemunculannya.
“Rp30.000,- ribu rupiah sekarang sama dulu itu beda yah, masih besar, mba. Istilahnya saya dulu sempat merasakan arti dari uang itu saya setidaknya bisa mengajak ibu jalan-jalan untuk beli sabun, dan kebutuhan lainnya. Juga, saya bisa kredit rice cooker sebesar Rp16.000,- saya kredit Rp. 16.000 ribu rupiah sebulan untuk rice cooker yang waktu itu baru pertama kali muncul,” kata Affiati, Minggu (6/12).
Sebagian pendapatan, sambungnya, Affiati sisihkan untuk bayar kredit rice cooker, dan sebagian lainnya ia atur sedemikian rupa agar dapat ditabung maupun untuk kebutuhan lainnya. Berjalannya waktu di tahun 1999 Affiati yang telah memiliki kesempatan dan izin sang kuasa Affiati selesaikan pendidikan D2 PGTKI STAI.
Masih dalam dunia pendidikan di tahun 2000 hingga 2005 Affiati jalani kehidupan mengajarnya di RA At-Taqwa dan berpindah lagi di tahun yang sama yaitu 2007 Mulai kembali selaku Kepala Sekolah di TK Al- Firdaus.
Pada tahun 2002 an lah Affiati dipinang sang suami, tanpa melalui pacaran maupun tumpukan harta mereka mengikat janji karena Allah Ta’ala, hidup sebagai pasangan yang sederhana dan saling mendukung dalam menjalankan profesi masing-masing.
Affiati dan suami akhirnya dikarunia anak perempuan pertama pada tahun 2003 yang diberi nama Lulu dan di tahun-tahun berikutnya Affiati dan suami dikarunia kembali 2 anak laki-laki dan seorang anak perempuan lagi.
Menjadi suatu kebahagian tak terhitung bagi Affiati dan suami karena, memiliki keluarga kecil sederhana yang bahagia.
“Di selang waktu 2 tahun antara 2005 hingga 2007 saya habiskan waktu di rumah bersama anak-anak karena, memang mereka pada saat itu masih sangat kecil. Tetapi, karena sayang sama ilmu yang saya miliki, saya mohon izin pada abi (suami) dan alhamdulilah diizinkan,” ungkap Affiati dalam duduknya.
Pada tahun 2007 lah Affiati menjadi kepala sekolah TK Al-Firdaus yang juga dirinya sebagai pelopor dalam perkembangan TK Al-Firdaus hingga saat ini. Pada tahun 2007 ia mendapat gaji sebesar Rp100.000,- rupiah perbulan dengan 3 orang rekan guru lainnya yang sebesar Rp80.000,- rupiah perbulan. Meski, menjadi kepala sekolah ibu dari 4 anak ini juga, turut mengajar anak-anak TK yang hadir dan belajar.
“Meski, benar besar pasak dari pada tiang, namun karena ini dunia saya yang sangat saya nikmati sekali, dan niat saya dalam mengajar tujuannya untuk mengabdi untuk mencari berkah makanya tidak ada kata berat,” kata Affiati kepada FC.
Bertahun-tahun berlalu, di tahun 2017, dimana Affiati yang telah meninggalkan profesi sebagai kepala sekolah demi keluarganya. Memohon kepada sang suami untuk dibuatkan sekolah tahfidz qur’an dan museum qur’an mini yang ia dapatkan inspirasinya saat berkunjung ke tanah suci, atau minimal butik ataupun sebuah toko kue karena dirinya yang sangat menyukai membuat kue atau baking, agar dirinya dapat melakukan kegiatan yang berguna.
Dari permintaan tersebut, sang suami akhirnya menyarankan Affiati untuk mengabdi di masyarakat sebagai ketua DPRD, yang oleh Affiati sendiri kata-kata sang suami diindahkannya. Sebab, Affiati tahu betul kemampuan dirinya tidak dapat sampai ke arah sana (DPRD)
“Memang betul, mengabdi itu tak harus menjadi guru melainkan, menjadi tokoh politik. Lambat laun, akhirnya saya mencoba dan terjun di dunia politik dan dikenalkan dengan fraksi partai yang alhamdulilah sangat solid, dan karena sudah terjun maka tidak akan saya sia-siakan usaha suami saya. Terus menerus saya aktif dalam rangkaian kegiatan kampanye,” ungkap Affiati.
Yang memang, sambungnya, kegiatan kampanye berupa bakti sosial dan lainnya sendiri telah menjadi keseharian Affiati dalam perusahaan suaminya. Sehingga, masyarakat sudah mengenal sejak lama Affiati dan suami. Pada akhirnya, Affiati yang sukses dalam Pileg di tahun 2018 lalu ini merasa sangat bersyukur kepada Allah S.W.T dan keluarga, juga masyarakat, terutama sang suami tercinta. (Sarrah/Job/FC)
CAPTION
Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati saat ditemui di rumah dinasnya (Rumdin) di K.S Tubun
Biodata
Nama lengkap : Affiati,A.MA
Nama Panggilan : Affiati
Tempat, Tanggal, dan Lahir : Cirebon, 20 April 1972
Riwayat Pendidikan
SDN Pekalangan III (lulus tahun 1985 )l
SMP Darul Hikam (lulus tahun 1988)l
SMA Darul Hikam (lulus tahun 1991)l
Perguruan Tinggi : l
a.D1 PGTK IAI BBC, Tuparev (Tahun 1995)
b.D2 PGTKI STAI Siliwangi (Tahun 1999)
c.S1 (Mahasiswa semester 6 PG PAUD – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) 2018-2019).
Karir
Pengalaman Organisasil
a.IGRA Cirebon
b.IGTKI
c.IGRI
d.FTHSS
Pengalaman Kerjal
a.1996-2000 Guru Honorer RA DARUT TAUHID
b.2000-2007 Guru TK RA AT-TAQWA
c.2007-2017 Kepala Sekolah TK AL-FIRDAUS
d.2017-2018 Direktur PT. Surya Berdikari Energi.
Media Sosial :
a.Fb : Affiati
b.IG : Affiati
c.Email : affiatizm@gmail.com










































































































Discussion about this post