KAB. CIREBON, (FC).- Pemkab Cirebon mengapresiasi kegiatan masyarakat yang diinisiasi oleh para anak muda untuk mengembangkan wisata daerahnya. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Cirebon, H Imron saat menghadiri acara Ngumpul Luwih Asyik (Ngulik) di Desa Kertawangun, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Minggu (22/10) malam.
Imron menyebut anak muda menjadi garda terdepan untuk ikut mempromosikan wisata yang ada di desanya. “Suatu daerah akan bisa dikenang masyarakatnya yaitu budayanya dan kulinernya,” katanya.
Ia mengungkapkan, pada era globalisasi ini, anak muda mampu mengunakan segala kemampuanya untuk ikut melestarikan nilai-nilai budaya, khususnya di wilayah Kecamatan Sedong. “Masyarakat sendiri harus bisa mempertahankan, jangan sampai melupakan potensi budaya dan lainnya. Lestarikan nilai-nilai yang baik, harus kreatif serta mampu lestarikan budaya lokal dengan diperkenalkan melalui medsos, serta warga Sedong harus bangga dan merasa memiliki,” ungkapnya.
Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih mengatakan, anak muda merupakan generasi yang kedepan akan memegang estafet kepemimimpinan di Kabupaten Cirebon. “Anak muda harus lebih kreatif dan inovatif. Sebab akan ketinggalan kalau tidak kreatif,” katanya.
Ia mengajak semua kalangan anak muda untuk berperan aktif dalam segala hal. Pasalnya dengan era globalisasi banyak tantangan yang dihadapi para anak muda kedepannya. “Anak muda harus punya nilai lebih. Karena kedepan ada AI, itu ada positif dan negatifnya. Positifnya kita dibantu oleh kecerdasan AI, tapi negatifnya akan banyak menimbulkan pengangguran lebih banyak. Makanya selalu update ilmu, kreatif dan semangat kerja keras,” katanya.
Di tempat yang sama Camat Sedong, Suparman menyebut di daerahnya banyak desa yang memang mempunyai potensi wisata yang bisa dibanggakan. “Dari 10 desa, ada empat desa yang sudah mengantongi sertifikat desa wisata. Desa berikutnya menyusul, karena memang tematiknya Sedong adalah kecamatan wisata,” katanya.
“Pertama Desa Sedong Lor terkenal dengan Setu Sedong, Desa Windujaya dengan taman teknologi pertanian dan perkebunan buah naga. Desa Panambangan destinasinya arung jeram, Desa Kertawangun terkenal dengan bukit pasir salawe dan itu sudah pernah uji coba paralayang, rencananya akan ada lagi komunutas paralayang dari DKI. Juga akan dikembangkan dengan bumi perkemahan, ada flying fox nya,” tambahnya.
Ia menjelaskan untuk wisata yang ada di Kecamatan Sedong ini, Disbudpar akan mengusulkan sebagai warisan budaya tak benda. “Rencananya, Desa Kertawangun dan Panambangan akan jadi desa wisata tematik kembang tahu. Ada beberapa komunitas yang usahanya kembang tahu. Datang kesini untuk melihat proses pembuatan kembang tahu,” katanya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post