MAJALENGKA, (FC).- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kertajati Majalengka meminta masyarakat lebih waspada terhadap dampak cuaca yang saat ini sering kali terjadi.
Pasalnya, BMKG menyebut bulan bulan ini merupakan puncak musim penghujan yang mana berpeluang dibarengi petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG Kertajati Majalengka, Ahmad Faa Izyin mengatakan, masuknya puncak musim hujan itu dibarengi dengan curah hujan yang mengalami peningkatan.
Pada puncak hujan, curah hujan minimal di angka 300 milimeter per bulan.
“Januari hingga Maret merupakan puncak musim hujan, ada peningkatan curah hujan. Prakiraan jumlah curah hujannya 300 hingga di atas 500 mm per bulan,” kata Faa Izyin, Sabtu (28/1).
Faiz, sapaan akrabnya menyampaikan, prakiraan curah hujan di kisaran 300 sampai di atas 500 milimeter per bulan itu sudah masuk dalam kategori tinggi.
“Termasuk kategori tinggi hingga sangat tinggi. Jadi, 300 sampai di atas 500 mm itu, per bulan. Januari 300 sampai di atas 500 mm, February juga 300 sampai di atas 500 mn. Begitu juga Maret, prakiraan 300 sampai di atas 500 mm,” ucapnya.
Sehingga, Faiz mengimbau masyarakat Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) agar lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrim.
“Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap dampak yang bisa ditimbulkan seperti bencana Hidrometeorologi, di antaranya banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan lain-lain,” jelas dia.
Sementara, selama Januari 2023 ini, bencana alam sebagai dampak dari curah hujan tinggi sudah terjadi beberapa kali di Kabupaten Majalengka.
Pada pekan pertama Januari, tepatnya 8 Januari 2023, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Campaga dan Desa Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga roboh setelah salah satu tali selingnya putus lantaran tidak kuat menahan arus air.
Pekan lalu, Minggu (22/1), jalur alternatif yang menghubungkan Majalengka ke Ciamis sempat terputus lantaran badan jalan tertimbun material longsoran dari tebing setinggi 60 meter.
Musibah itu terjadi di Desa Margamukti, Kecamatan Talaga.
Ada juga di waktu yang sama, banjir kembali melanda pemukiman di Blok Cikamangi, Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.
Wilayah ini menjadi langganan banjir di setiap musim penghujan, dan warganya sering kali mengeluh agar Sungai Cikamangi yang sudah dangkal sekiranya bisa dinormalisas. Sehingga ancaman banjir setiap tahunnya bisa ditanggulangi.
Himbauan waspada bencana banjir disampaikan juga oleh Kades Leuweunghapit Didi Suryadi kepada warganya. kades Didi menghimbau agar warganya waspada disaat hujan lebat turun.
Bagi mereka yang masih beraktivitas di sawah, maka Kades Didi memintanya untuk segera pulang atau berteduh di tempat yang lebih aman.
Bagi warganya yang berada di pinggir Sungai Cikamangi agar waspada barang kali air sungai meluap.
“Himbauan sudah kami sampaikan agar warga tetap waspada dalam menghadapi cuaca yang saat ini di nilai kurang bersahabat,” pungkas Kades Didi singkat. (Munadi)
















































































































Discussion about this post