MAJALENGKA,(FC).- Sebanyak Sembilan Kelompok Tani di Kecamatan Ligung, pada hari Jumat kemarin mendapatkan bantuan benih padi dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka. Bantuan benih padi tersebut dalam rangka peningkatan ketahanan pangan masyarakat, khususnya untuk Kabupaten Majalengka.
Untuk menghindari terjadinya penyelewengan bantuan benih tersebut, maka pihak Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan memberikan langsung bantuan tersebut kepada para petani melalui ketua kelompoknya masing masing dengan pengawalan ketat pihak dinas dan Pemcam Ligung.
Kesembilan Kelompok Tani yang mendapatkan bantuan tersebut ialah, Poktan Harikukun Cibogor, Rancakepuh Gandawesi, Jumanjang Tegalaren, Tonggeret Leuwiliang Baru, Kodon Ligung Lor, Mitra Sauyunan Beber, Cimuncang Jaya Sukawera, Cilembu I Ampel dan Pokta Angsana Jaya Desa Kodasari. Bantuan tersebut langsung diberikan oleh pihak dinas didampingi Koordinator BP3K Ligung Sudarto serta pejabat dari Kecamatan Ligung.
Menurut Sudarto, bantuan bibit ini diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para petani, sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam hal peningkatan ketahanan pangan. Disamping itu pula untuk menhindari hal hal yang tidak diinginkan pada MT II, diharapkan kepada petani yang saat ini menerima bantuan benih bibit agar ikut Asuransi Usaha Tanam Padi ( AUTP).
Keuntungan dari AUTP kata Sudarto, bisa meringankan kerugian bagi para petani di MT II, andaikata ada hal hal yang tidak diinginkan seperti gagal panen akibat kekeringan.
“Preminya sangat murah dan terjangkau bagi para petani, untuk 1 hektar lahan padi premi AUTP nya hanya Rp.36 ribu, dan manakala terjadi gagal panen akibat kekeringan, atau sebab lain maka petani mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp 6 juta untuk perhektarnya,” ujar Sudarto kepada FC, Jumat (20/3) kemarin.
Terpisah Ketua Poktan Cimuncang Jaya Desa Sukawera, Amir menyambut baik niat baik pemerintah dengan memberikan bantuan benih kepada para petani, namun yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan tarap hidup dan kesejateraan para petani. Bantuan bibit ini adalah sebagian kecil kebutuhann petani, tapi lebih dari itu bagaimana terkait harga jual padi manakala musim panen tiba.
“Kami harap pemerintah harus lebih pro lagi kepada para petani, dengan cara mematok harga jual gabah kering disaat musim panen tiba. Petani selalu dirugikan dengan harga yang selalu anjlok disaat musim panen. Sementara biaya garap dan pemeliharaan padi sampai panen sangatlah mahal, dari itu kami memohon pemerintah memperhatikan keluhan para petani,” pinta Amir seraya diamini petani yang lainnya..(Munadi)














































































































Discussion about this post