MAJALENGKA, (FC).– Pemkab Majalengka kini tengah memprioritaskan penanganan stunting. Berdasarkan data, terdapat 2.932 anak di Kabupaten Majalengka tercatat mengidap stunting atau gangguan tumbuh kembang.
Wakil Bupati Majalengka Tarsono D. Mardiana mengatakan, ribuan anak stunting di Kabupaten Majalengka ini tersebar di 26 kecamatan.
“Ada 2.932 kasus stunting di Majalengka. Oleh karenanya, kita akan prioritaskan penanganannya,” ujarnya, Sabtu, (6/8).
Tarsono menambahkan, Pemkab Majalengka akan terus berupaya melakukan pencegahan. Pencegahan kasus stunting kini menjadi prioritas pemerintah Majalengka.
“Melalui program gerebek bersama semua stakeholder. Penyebab stunting itu bisa saja karena faktor pola makan, pengetahuan, ekonomi atau keturunan,” ungkapnya.
Tarsono menjelaskan, sejumlah instansi dalam penanganan stunting, diantaranya Kodim 0617 Majalengka telah meluncurkan program langkah pencegahan stunting.
“Lewat Bapak Asuh Anak Stunting, Kodim 0617 Majalengka hari ini. Stunting di Majalengka kedepan angkanya harus benar-benar turun,” ujarnya.
Terpisah, seorang kader Pos Yandu di Kecamatan Ligung menyatakan kesiapannya, untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat. Khususnya kaum ibu, agar selalu menjaga pola hidup dan kesehatan anak anak dari Stunting. Karena menurutnya, gagal tumbuh dan berkembang itu berasal dari kekurangan gizi di saat balita.
“Kami siap menjadi garda terdepan untuk memberikan informasi kesehatan dalam pencegahan stunting di masyarakat,” pungkasnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post