MAJALENGKA, (FC).- Seminggu usai lewati hari raya Idul Adha 1443 hijriah, harga komoditas cabai masih tinggi. Kondisi itu ditemui di sejumlah pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka. Salah satunya di Pasar Sindangkasih Cigasong. Berdasarkan pantauan harga, harga cabai jenis beauty menjadi komoditas yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis cabai lainnya.
Aminah seorang pedagang cabai mengatakan, penjualannya berkurang selama harga cabai tinggi. Ia pun kerap mendapatkan keluhan dari pelanggannya perihal kenaikan harga cabai.
“Iya masih mahal. Cabai beauty bahkan hari ini naik menjadi Rp 140 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 120 ribu per kilogram. Banyak pelanggan yang ngeluh, jadi belinya pada sedikit. Yang biasanya jatah belanjanya untuk beli cabai aja, sekarang harus dibagi-bagi katanya,” ujar Pandi, Senin (18/7).
Beruntung, jelas dia, tidak semua jenis cabai mengalami kenaikan per hari ini. Cabai rawit hijau dan merah justru turun sekitar Rp20-30 ribu per kilogramnya. Meski, menurutnya, hal itu masih terbilang mahal.
“Untuk cabai rawit hijau dan merah sekarang turun, rawit hijau jadi Rp 70 ribu per kilogram, yang merah Rp 100 ribu per kilogram. Tapi itu masih dia atas harga normal yang rata-rata Rp 40 kilogram,” ucapnya.
Aminah menyampaikan, saat harga cabai naik, ia hanya mampu menjual Rp10 kilogram cabai merah beauty. Saat harga normal, ia bisa menjual sampai 15-20 kilogram.
“Ini faktor cuaca sih, jadi pasokannya gak ada dari petaninya. Katanya juga petani cabai pada beralih menanam tanaman yang lain dibanding cabai,” jelas dia. (Munadi)














































































































Discussion about this post