MAJALENGKA, (FC).- Pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan hampir seluruh aspek kehidupan pada tataran lokal maupun global.
Dunia penerbangan menjadi bagian dari bisnis yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19 yang mulai dirasakan sejak awal tahun 2020.
Bagaimana tidak, International Civil Aviation Organization (ICAO) mencatat bahwa selama tahun 2020 telah terjadi penurunan penumpang angkutan udara di seluruh dunia sebanyak total 2,8 miliar penumpang atau sebesar -60 persen secara year-on-year dibandingkan dengan tahun 2019.
Terlebih di aviation industry, sekelas Singapore Airlines dan Changi Airport sekalipun harus tunduk akibat pandemi Covid-19.
Di Indonesia penurunan jumlah penumpang angkutan udara pun terjadi sejak Maret 2020. Selama tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 62,3% (year-on-year) dibandingkan dengan tahun 2019.
Berbagai jenis industri telah berjatuhan, menutup bisnisnya, menghentikan operasional dan akhirnya menyatakan bankrut.
Selain itu, telah banyak perusahaan yang telah menutup sementara operasinya, memberhentikan karyawannya bahkan akhirnya menutup bisnisnya untuk selamanya.
Salah satu banyaknya perusahaan yang terdampak, yakni Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Diketahui, sejak April 2020 hingga Triwulan 3 tahun 2021 belum tersedia penerbangan reguler, kargo maupun penerbangan haji dan umroh.
Beruntung, seiring dengan makin membaiknya kondisi makro ekonomi pasca pandemi Covid-19, memasuki akhir tahun 2021, Bandara Kertajati mulai dapat melayani penerbangan kargo domestik.
Direktur Utama PT BIJB Kertajati, Muhammad Singgih mengatakan, optimisme akan membaiknya kondisi perekonomian masyarakat khususnya bandara mulai makin terlihat.
Mengawali tahun 2022 hingga akhir Maret 2022, PT BIJB bersama PT Angkasa Pura 2 sebagai operator Bandara Internasional Kertajati telah melayani 307 pergerakan pesawat, 1.605,78 ton kargo dan 43 Penumpang.
“Terdapat 4 rute penerbangan kargo setiap harinya, diantaranya penerbangan dari Kertajati menuju Pontianak sebanyak dua kali penerbangan, penerbangan Kertajati ke Banjarmasin dan Kualanamu masing masing satu kali penerbangan setiap harinya,” ujar Singgih kepada wartawan Sabtu (7/5).
Diakuinya, sampai dengan akhir bulan Maret 2022, perusahaan telah membukukan pendapatan sebesar 349 persen dari target yang ditetapkan.
Kata Singgih, dalam rangka pemulihan bisnis jangka pendek, perusahaan terus melakukan upaya untuk optimalisasi rute dan muatan kargo baik domestik maupun internasional dengan berbagai pihak.
Antara lain melalui market sounding penerbangan kargo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, penjajakan potensi penerbangan kargo dengan instansi Pemerintah, maskapai penerbangan, dan asosiasi pelaku kargo/logistik serta melaksanakan roadshow ke para pelaku kargo dan UMKM.
“Adapun untuk penerbangan umrah, Bandara Kertajati telah menjalin kerjasama dengan dua maskapai penyedia layanan penerbangan umrah dan beberapa travel umrah, sehingga penerbangan umrah yang direncanakan akan dimulai pasca musim haji diperkirakan akan dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.
Singgih juga menyebut, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pernah berkata bahwa Bandara Internasional Kertajati tengah disiapkan menjadi pusat kegiatan logistik dan pemeliharaan pesawat juga termasuk menjadi Bandara Embarkasi haji dan umrah.
Menurutnya, hal tersebut senada dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang terus mendorong pertumbuhan bisnis kargo dan perawatan pesawat.
“Selain melakukan upaya-upaya pemulihan bisnis jangka pendek, Perusahaan juga terus melanjutkan proses pengembangan bisnis jangka panjang dengan pemanfaatan area di Bandara Internasional Kertajati,” jelas dia.
Pada Maret 2022, Singgih menambahkan, PT BIJB telah menandatangani kerjasama dengan PT ACN Aero Teknik, anak perusahaan Asia Cargo Network untuk pembangunan bisnis Maintenance, Repair and Overhaul (Kertajati Airport Maintenance Center) dan pembangunan fasilitas one stop experience yang terdiri atas airport hotel transit, shopping mall, food court dan exhibition centre.
Pembangunan Maintenance, Repair and Overhaul (Kertajati Airport Maintenance Center) di atas lahan seluas 9 hektar akan menjadi hanggar MRO pertama di Bandara Kertajati dari total 84 hektar yang telah disediakan untuk bisnis MRO dimaksud.
“Pembangunan hanggar MRO itu direncanakan akan dapat diselesaikan pembangunannya dalam 8 bulan. Adapun pembangunan fasilitas one stop experience yang terdiri atas airport hotel transit, shopping mall, food court dan exhibition centre pada lahan seluas 15 ribu meter baru akan dimulai pembangunannya pada bulan Juli 2022,” katanya.
Dengan adanya dukungan kuat dari Pemerintah dan para stakeholder Bandara serta makin terlihatnya pengembangan bisnis di wilayah Rebana dan akan diselesaikannya konektivitas dari dan menuju Bandara salah satunya melalui Tol Cisumdawu, Singgih optimis Bandara Kertajati akan mengakselerasi perkembangan bisnis penerbangan maupun bisnis pendukungnya pada tahun mendatang. (Munadi)















































































































Discussion about this post