KAB. CIREBON, (FC),- Jelang penerapan one way arus balik yang akan diberlakukan mulai jumat (6/5), Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Suntana melakulan pengecekan kesiapan di Rest Area KM 229B tol Pejagan – Kanci, Kamis (6/5).
Kapolda berharap kepada pemudik agar mempersiapkan diri dan bersabar saat melakukan arus balik agar arus lalulintas aman dan lancar seeperti pelaksanaan arus mudik.
Kepada media, Irjen Pol Suntana menyampaikan, pemerintah seperti pada saat arus mudik menyarankan kepada masyarakat untuk tidak mudik pada saat tanggal 28, 29 dan 30 April untuk menghindari puncak arus mudik.
Dan masyarakat mengikuti himbauan tersebut, sehingga kepadatan saat arus mudik walaupun terjadi tapi tidak terlalu parah.
Itupun hanya beberapa saja terjadi kepadatan karena keluar masuk di rest area dan ada berapa masyarakat yang kurang disiplin dalam mentaati himbauan tersebut.
Tapi secara umum kelancaran dapat dibuktikan disaat arus mudik. Untuk arus balik, pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk tidak pulang bersama-sama pada Jumat, Sabtu dan minggu (6,7 dan 8/5) yang diprediksi menjadi arus balik.
“Dari data yang ada kemarin sama hari ini beberapa masyarakat dari Jawa Tengah dari Bandung sudah ada yang kembali ke Jabodetabek dan memenuhi himbauan pemerintah. Dengan demikian jumlah kendaraan yang untuk tanggal 6,7 dan 8 Mei diperkirakan bisa berkurang karena sudah ada yang melakukan balik sebelumnya,” paparnya.
Lanjut menurut Kapolda, kedatangannya di Rest Area KM 229B tol Pejagan- Kanci untuk memastikan kesiapan arus balik.
Dari hasil pantauannya, pihaknya melihat dinamika masyarakat yang sudah kembali ke wilayah Jakarta atau Jabodetabek.
Dirinya ingin memastikan kesiapan rest area bagaimana nanti bisa menampung masyarakat yang akan melaksanakan arus balik untuk menyediakan tempat istirahat, kamar mandi, relaksasi, makan dan salat dan lain-lain.
Dirinya memastikan rest area KM 229 ini menyediakan beberapa fasilitas yang menjadikan rest area ini cukup representatif.
Selain itu dirinya juga menghimbau kepada masyarakat yang akan melakukan arus balik agar tetap, disiplin tetap sehat fisik dan kendaraan juga sehat, Jangan memaksakan kendaraan dalam keadaan lelah.
“Kami juga merasa salut kepada manajemen rest area ini yang mensiagakan tim motoris bilamana ada kendaraan yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan tol, nanti bisa meminta petugas kepolisan untuk pengawalan,” terangnya.
Dijelaskan Kapolda, secara resmi pemerintah mulai menerapkan one way arus balik pada Jumat (6/5), dimulai pukul 14.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB, Kamis (7/5) akan dilaksanakan dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.
Lalu hari terakhirnya, Minggu (8/5) dari pukul 07.00 WIB sampai Senin (9/5) pukul 03.00 WIB.
Namun dinamikanya akan disesuaikan kondisi yang ada. Jika jumlah kendaraan yang memang sudah tersedot sekarang sudah pulang mungkin akan lebih menyusut, sehingga kepadatan bisa terkurangi.
Kemungkinan kebijakan one way akan dievaluasi, pemberlakuan one way akan dilaksanakan dari mulai Kalikangkung menuju Jakarta
“Untuk rekan-rekan diusahakan yang dari Jakarta yang mau ke Jawa bisa berangkat sesudah tanggal itu atau pun terpaksa berangkat bisa melalui arteri yang sudah dipersiapkan juga pengamanannya anggota Polri dengan instansi terkait untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara terkait jalur arteri yang dinilai mengalami kepadatan karena kebijakan one way, Kapolda menjelaskan, one way arus mudik kemarin diberlakukan dari barat ke timur.
Beberapa kendaraan sepeda motor atau roda empat yang mungkin tidak mau lewat jalan tol yang lewat Indramayu Subang, secara umum kepadatan cukup lebih tinggi dibandingkan arus mudik 2019.
Dari hasil pantauannya yang setiap hari melaukan pengecekan di lapangan berbagi dengan Wakapolda, pihaknya mengakui berkat tingkat disiplin masyarakat yang membagi waktu secara umum, kecelakaan di sepanjang jalur mudik bisa dikendalikan.
“Izinkan kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat sekaligus saya juga ingin menyampaikan kembali permohonan maaf bila ada kebijakan one way yang terpaksa dilakukan dengan pertimbangan arus kendaraan, kami mohon maaf dan akan lebih intensif dan komunikasikan agar masyarakat cepat lebih mengetahuinya,” paparnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post