KOTA CIREBON, (FC).- Masyarakat belakangan ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan sejumlah komoditas kebutuhan pokok di pasaran. Kalaupun ada harganya mahal, sehingga daya beli masyarakat berkurang. Apalagi nanti dihadapkan pada perayaan Idul Fitri mendatang.
Untuk itu perlu adanya sinegi dan kepedulian bersama dalam mengatasi permasalahan ini. Baik pemerintah maupun pihak pengusaha, agar bisa menyediakan kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat.
Olehkarena itu, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, mengundang pengusaha retail bersama-sama sediakan sembako murah untuk masyarakat Kota Cirebon.
Kepala DKUKMPP Kota Cirebon Iing Daiman menjelaskan kepada FC, Minggu (10/4), beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengundang sejumlah pengusaha retail di Kota Cirebon.
“Intinya adalah kami ajak mereka untuk awareness (peduli) terhadap kesulitan masyarakat Kota Cirebon saat ini,” ungkap Iing,
Di Bulan Ramadan ini, menurut Iing, penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat. Termasuk minyak goreng.
Sehingga para pengusaha retail diundang untuk dapat berpartisipasi pada pasar murah yang akan digelar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon.
“Prinsipnya mereka siap untuk membantu,” ucap Iing.
Bahkan tidak hanya sembako, namun juga komoditas lainnya. Selain itu, pihaknya juga akan meminta kesediaan Bulog dan PT PPI untuk bisa menyediakan komoditas yang akan dijual di pasar murah tersebut.
Dalam operasi pasar nanti, lanjut Iing, komoditas yang dijual harganya harus lebih murah dibandingkan di pasaran.
“Karena konsepnya pasar murah. Jangan sampai harganya lebih tinggi daripada harga di pasaran,” tuturnya.
Rencananya, pasar murah akan digelar di Tabalong pada 21, 22, dan 23 April 2022 mendatang. Namun, rangkaian kegiataannya, menurut Iing, sudah dimulai sejak 11 April 2022.
Adapun kegiatan sebelum pasar murah di antaranya edukasi tentang melukis, kursus bahasa Spanyol, dan berbagai kegiatan lainnya bekerjasama dengan stakeholder, serta komunitas yang ada di Kota Cirebon.
Rangkaian kegiatan sengaja digelar di tempat terbuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). “Untuk kontrolnya, kita koordinasi dengan satgas Covid-19,” kata Iing.
Teknik pembelian dalam operasi pasar juga telah dirancang sehingga tidak sampai menimbulkan kerumunan. (Agus)












































































































Discussion about this post