INDRAMAYU, (FC).- Sebuah perahu nelayan di Indramayu tengelam usai diterjang ombak di perairan laut Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (10/2). Akibat kejadian itu, satu orang nelayan hilang dan dua nelayan lainnya berhasil diselamatkan.
Korban hilang bernama Apandi (38), warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. Sedangkan dua korban selamat bernama Juanda (57) dan Juwanto (47). Keduanya pun tercatat sebagai warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol.
Komandan Kapal Patroli Eretan-Dit Polairud Polda Jabar, Bripka Masnudin menjelaskan, peristiwa itu bermula saat ketiga nelayan berangkat melaut menggunakan KM Luragung berbobot 4 GT, Kamis (10/2) sekitar pukul 07.00 WIB. Kapal dinahkodai oleh korban yang hilang. Sedangkan dua korban selamat, menjadi anak buah kapal (ABK). Kapal mereka bertolak dari Kali Bugel untuk mencari ikan. Sampai di tengah laut, atau sekitar pukul 08.00 WIB, mereka mulai menebarkan jaring.
“Setelah menebar jaring, tidak lama kemudian kapal mengalami kebocoran dari bawah palka. Mereka berupaya menutup kebocoran dengan menggunakan kain, tapi tidak berhasil sehingga air terus masuk dan kapal akhirnya tenggelam,’’ kata Masnudin.
Korban Juwanto saat itu bertahan di atas jerigen, dan korban Juanda bertahan di atas galon air minum. Sedangkan korban Apandi, bertahan di atas drum kecil.
Setelah terapung-apung di lautan selama tiga jam, Juanda dan Juwanto hanyut terbawa arus. Namun, Juanda dan Juwanto justru mendekat ke arah sebuah kapal nelayan lainnya, KM Langka Pasti 07, yang sedang lego jangkar di perairan Eretan. Mereka kemudian diselamatkan oleh para nelayan yang berada di kapal tersebut.
“Menurut keterangan, Apandi korban hilang adalah anak kandung Juanda, pemilik perahu. Hingga kini pencarian terhadap korban masih dilakukan. Selain mencari disekitar lokasi kejadian, petugas juga menyisir sepanjang bibir pantai Eretan dan Sukahaji,” ujarnya.
Sementara itu, hingga sekitar pukul 17.00 WIB, korban Apandi masih dinyatakan hilang. Upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan. (Agus Sugianto)












































































































Discussion about this post