KAB. CIREBON, (FC).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon geram dengan ulah oknum kepala puskesmas (Kapus) di daerahnya yang diduga melakukan pemotongan insentif tenaga kesehatan (Nakes) Tim Covid-19 yang bertugas ditiap-tiap puskesmas.
Dewan meminta agar persoalan ini perlu dirunut secara terang dan tuntas.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Kirana meminta persoalan ini dibuka secara terang.
Puskesmas mana saja yang memang dengan sengaja melakukan pemotongan insentif terhadap para Nakes Tim Covid-19.
“Dibuka yang terang puskesmas mana saja?,” kata politisi partai Golkar ini kepada FC saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat, Rabu (19/5).
Siska meminta, jika memang benar hal ini terjadi (pemotongan insentif,-red), maka DPRD mendorong agar persoalan ini segera dilaporkan kepada Inspektorat.
“Kalau memang benar dan disertai bukti, segera laporkan ke Inspektorat,” ujarnya.
Siska juga menegaskan, Komisi IV akan segera meminta penjelasan dari kepala puskesmas, atau puskesmas mengenai persoalan tersebut.
“Akan kami undang untuk memberikan penjelasan,” tandasnya.
Terpisah, salah seorang tenaga kesehatan yang bertugas di Puskemas Kalimaro Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Rahmat Hidayat mengaku sudah mendapat undangan klarifikasi dari pihak ke polisian.
“Saya siap hadir untuk memberikan keterangan,” katanya singkat
Diberitakan sebelumnya insentif tenaga kesehatan (Nakes) Tim Covid-19 di Kabupaten Cirebon dipastikan sudah cair dua hari sebelum Lebaran sekitar Rp7,1 miliar.
Akan tetapi pencairan insentif bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Cirebon diduga ada pemotongan yang dilakukan oleh oknum kepala puskesmas.
Salah satu tenaga kesehatan Kabupaten Cirebon, Rahmat Hidayat membenarkan, insentif bagi Nakes Tim Covid Puskesmas sudah cair.
Namun, pembagiannya memicu kontroversi, karena, uang yang masuk ke rekening bjb tiap-tiap nakes dikumpulkan jadi satu, kemudian dibagikan sesuai keinginan ‘raja kecil’ di puskesmas. (Muslimin)
















































































































Discussion about this post