KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menggelontorkan dana hibah pariwisata senilai Rp3,3 triliun.
Dana hibah ini digelontorkan dalam rangka menekan dampak Covid-19, dan upaya menjaga keberlangsungan ekonomi, khususnya pada sektor pariwisata.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati mengungkapkan, dana hibah pariwisata 2020 ini juga bisa membantu, pelaksanaan peningkatan protokol kesehatan cleanliness, health, safety and environment (CHSE). Protokol kesehatan itu diharapkan bisa berjalan dengan baik di destinasi wisata khususnya di masa pandemi Covid-19.
Dikatakannya, Kota Cirebon termasuk salah satu pemerintah daerah yang menerima dana hibah tersebut. Hal ini merupakan bentuk perhatian dari pemerintah pusat, akan dampak pandemi Covid-19 yang menghantam sektor pariwisata di Kota Cirebon.
“Dana hibah ini akan diberikan kepada puluhan hotel dan restoran di Kota Cirebon. Dipergunakan untuk penguatan protokol kesehatan melalui CHSE serta membangun kembali sektor perekonomian,” jelas Eti seusai kegiatan Sosialisasi CHSE Hibah Pariwisata Tahun Anggaran 2020 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Selasa (1/12).
Eti sangat berharap, bantuan ini bisa memulihkan dan menggerakkan lagi sektor pariwisata, seperti destinasi wisata, hotel dan restoran. Sehingga bila kondisi pariwisata membaik, akan berimbas pada peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). Karena selama pandemi Covid-19, PAD Kota Cirebon mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Penerima bantuan ini, lanjutnya, harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Demikian juga dengan pembagian porsinya, yakni 70 persen untuk pengusaha hotel dan restoran, sisanya yang 30 persen untuk penopangnya.















































































































Discussion about this post