KOTA CIREBON, (FC).- Raih Omzet Puluhan juta dari Bawang goreng wanita muda nan ceria Asal Jagasatru, Pekalipan, Kota Cirebon Rosyyani sudah pasarkan hingga Korea dan Jepang.
Wanita yang sebelumnya bekerja sebagai pegawai bank ini menceritakan awal dari berkembangnya usaha bawang goreng Mamah Rosi ini.
Berawal dari kegemarannya memasak dan diantaranya yaitu mengolah bawang mentah. Rosyyani kerap kali membawakan bawang olahannya yaitu bawang goreng ke kantor untuk makan bersama rekan-rekan kerjanya.
“Sering bikin buat kalau kerja istirahat makan bareng sama temen-temen dan mereka kan pada nyobain tuh,” ujarnya, Minggu (29/11).
Pas mereka coba, sambung Rosyyani, reaksinya bagus dan dikarenakan sering bawa ia mendapat masukan dari rekan kerjanya untuk berjualan bawang goreng.
“Akhirnya, saya jualan deh bawang goreng pada tahun 2018. Alhamdulilah sudah jalan tapi saya juga, bukan dasarnya usaha jadi sering jatuh bangun,”ungkap Rosyyani.
Karena memang, lanjutnya, sebelum didaftarkan itu kesulitan menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan sering alami untung maupun rugi. Namun, baginya itulah sebuah pelajaran berharga dan sebuah kewajaran setiap pengusaha alami hal tersebut.
Hingga suatu waktu, temannya mendaftarkan untuk mengikuti pembinaan UMKM hang diselenggarakan BI. Darisanalah Rosyyani mulai mengembangkan usahanya dan mulai membaik pula sirkulasi produksinya.
“Semua berkat binaan dari BI, Alhamdulillah bener-bener dari nol sama BI,” ungkapnya dengan Antusias.
Selama berjalannya usaha dari 2018 hingga sekarang Rosyyani sendiri berhasil kembangkan bawang gorengnya yang berbahan dasar bawang merah asli Sumenep ini menjadi berbagai macam rasa dan ukuran kemasan.
Diantaranya terdapat original, asin, pedas, dan jagung dengan ukuran 150 gram dan empal gentong, terasi, rebon dan beberapa rasa lainnya dengan ukuran 60 gram.
Terdapat 1 rasa yang unik, yaitu bawang goreng dengan rasa jagung merupakan kombinasi yang tak pernah terduga bagi Rosyyani sendiri.
“Kaget aku juga dengan rasa jagung ini, tapi karena memang ini permintaan dari dm di instagram makanya kucoba yang penting ada yang beli,” kata Rosyyani.
Dan ternyata, sambungnya, cukup banyak yang suka dan minat. Sehingga, oleh Rosyyani pun kemasan dari bawnag goreng rasa jagung ini ia kemas dengan toples ukuran 150 gram.
Wanita yang berada di usia 20 an akhir ini juga menjelaskan asal muasal rasa baru lainnya yaitu empal gentong, yang berawal dari permintaan dan juga terdapatnya SDM yang bersedia mengelola rasa khas Cirebon ini.
“Untuk rasa empal gentong saya kerja sama dengan ornag-orang di Pondok pesantren yang kebetulan deket sama rumah saya,” Jelasnya.
Memang unik dan baru, sambung Rosyyani, tapi itulah inovasi karena mau tidak mau harus ada selalu update terbaru sehingga, tidak tertinggal dengan yang lain.
Sementara itu, Rosyyani juga kembali menjelaskan alasan terdapat ukuran kemasan yang berbeda bagi rasa bawang goreng miliknya.
“Sesuai permintaan juga, untuk rasa-rasa seperti bawang goreng asin, original, dan pedas itu sudah familiar. Makanya pakai kemasan yang 150 gram dan untuk jagung karena, itu adalah request dari pelanggan dan banyak makanya dibuat kemasan 150 gramnya,” jelas Rosyyani.
Sedangkan, untuk tenaga SDM ya ia miliki saat ini kurang lebih terdapat 13 orang yang sudah termasuk pengupas hingga packagingnya.
Dalam sekali produksi sendiri ke 13 SDM ditambah dirinya dapat menghabiskan kurang lebih 100 kilogram bawang merah Sumenep, yang nantinya ketika telah selesai masak dan sudah masuk tahap packaging akan segera dikirimkan ke berbagai tempat.
Pengirimannya sendiri, telah Rosyyani lakukan hampir ke seluruh Indonesia melalui media sosial, dan Online shop, bahkan Malaysia, Jepang, dan Korea.
“Sudah ke Jepang dan Korea karena kebetulan ada temen yang menjadi tenaga pengajar disana dan bawa produk bawang goreng saya kesana,” tutur Rosyyani.
Dari seluruh varian rasa bawang goreng merah Sumenepnya, Rosyyani pun memiliki produk lain yaitu bawang putih goreng yang juga berasal dari permintaan orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.
“Ada yang minta tuh, jual bawang putih juga dong, dan akhirnya saya buat dan cukup banyak juga peminatnya, walau emang ga sebanyak bawang goreng,” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC)
















































































































Discussion about this post