KEJAKSAN, (FC).- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon belum melandai juga. Hal ini berdampak pada kebutuhan ketersediaan tempat tidur (TT) untuk isolasi makin mendesak. Bahkan diketahui pasien positif Covid-19 saat ini mengantre untuk mendapatkan TT isolasi.
Kepada FC, Kamis (26/11) Kadinkes Kota Cirebon Edy Sugiarto menyampaikan, pihaknya sudah mengusulkan penambahan ruang isolasi untuk perawatan pasien Covid-19.
Usulan ini disetujui oleh Walikota Cirebon melalui virtual meeting dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon.
Edy menyebutkan, untuk RSD Gunung Jati yang semula menyediakan kamar isolasi mandiri yang bisa menampung 90 TT, kini ada tambahan 60 TT, sehingga jumlahnya menjadi 150 TT dengan fasilitas perawatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid.
“Pak Walikota sudah setuju, dan pihak RSD Gunung Jati juga menyatakan kesanggupannya. Untuk sementara penambahan 60 TT, dimungkinkan untuk ditambah bila fasilitas yang ada diperbaiki lagi atau ditambah. Karena RSD Gunung Jati ini bisa merawat pasien Covid-19 yang memiliki komorbid. Dan ini tidak dimiliki oleh tempat isolasi mandiri lain seperti hotel,” ujarnya.
Pada virtual meeting tersebut Satgas Penanganan Covid-19 menyimpulkan, swab test Polymerase Chain Reaction (PCR) harus dilakukan secara cepat.
Sehingga bisa langsung mendeteksi bila ada yang positif Covid-19 dan tepat guna mengurai antrean pasien terkonfirmasi virus tersebut.
“Tadi juga kita bahas soal kecepatan tes PCR, kenapa harus cepat, ini untuk mengurangi long stay untuk pasien yang sudah mengantre. Agar bisa turn of ke Hotel Ono’s atau Langensari,” ungkapnya.
Dengan penambahan ini, kata Edy, dirasa belum mencukupi kebutuhan untuk isolasi mandiri. Mengingat lonjakan pasien positif Covid-19 cenderung naiknya fluktuatif.
Sehingga ada sejumlah pasien positif yang mengantre untuk untuk masuk isolasi mandiri di hotel (isomanhot). Dari data yang ada, pasien positif yang mengantre untuk mendapatkan TT isolasi sebanyak 148 orang.
Angka ini cukup tinggi dan harus segera isolasi mandiri, karena bisa berpotensi menularkan kepada yang lainnya. Karena tempat isolasi tidak bisa sembarang, harus ada pengawasan dari tenaga kesehatan layak atau tidaknya.
“Kalau hitungan ideal tempat tidur untuk isolasi diangka 300, ini untuk antisipasi melonjaknya pasien positif Covid-19. Karena kita terus melakukan tracing dan swab test,” pungkasnya.
Sementara dari data jumlah kasus Covid-19 di Kota Cirebon sampai Kamis (26/11) ini mencapai 924 orang terkonfirmasi, melakukan isolasi 486 orang, selesai isolasi 388 orang dan meninggal dunia 50 orang. (Agus)















































































































Discussion about this post