KAB. CIREBON, (FC).- Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, H. Suharyadi atas nama Direksi dan Manajemen Perumda Air Minum Tirta Jati meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan terkait menurunnya kualitas air bersih yang diterima pelanggan di Cabang Kapetakan.
Hal itu disebabkan kurang cermatnya petugas jaga Bendung Karet Kumpul Kuista pada tanggal 13 Oktober 2020 memprediksi kondisi cuaca yang pada saat itu medung pekat dan akan turun hujan, meskipun pada kenyataannya tidak turun hujan.
“Tanpa kordinasi dengan kami yang ada di kantor pusat (Perumda Tirta Jati Kabupaten Cirebon) petugas jaga melepas sepenuhnya Bendung Karet dengan alasan kondisi cuaca mendung pekat dan kemungkinan akan turun hujan deras. Namun prediksi tersebut meleset di wilayah Kapetakan tidak turun hujan,” kata H. Suharyadi di ruang kerjanya, Selasa (20/10).
Dijelaskannya, karena salah prediksi petugas pada saat itu dan telah membuka Bendung Karet yang mengakibatkan air laut masuk ke sungai Kumpul Kuista hingga hari Jumat (16/10) lalu air dalam kondisi payau bahkan cenderung terasa asin.
“Air sungai Kumpul Kuista merupakan sumber air baku Perumda Air Minum Tirta Jati cabang Kapetakan sampai dengan hari Jumat tanggal 16 Oktober 2020 masih dalam kondisi payau dan bahkan cenderung asin, sedangkan dari hulu/Bendung Rentang tidak ada penambahan air sungai karena sedang melakukan proses pengeringan sampai akhir bulan Oktober 2020,” paparnya.
Oleh karena sumber air baku yang asin, tambah H. Suharyadi, berdampak pada penurunan kualitas air kepada pelanggan cabang Kapetakan, dimana air sampai ke pelanggan juga berasa asin dan mengakibatkan banyaknya pengaduan/keluhan kepada Perumda Air Minum Tirta Jati, termasuk pelanggan di beberapa wilayah Kabupaten Indramayu.
“Karena kondisi air baku yang asin berdampak pada penurunan kualitas air ke pelanggan, sehingga banyak sekali pengaduan kepada kami soal kualitas air. Kami berterima kasih kepada pelanggan yang telah mengadu, dengan adanya aduan tersebut kami telah diingatkan bahwa kedepan kinerja karyawan Perumda Air Minum Tirta Jati harus lebih hati-hati dan selalu berkordinasi ketika akan melakukan sesuatu,” tutur H. Suharyadi.
Dengan kondisi tersebut, papar H. Suharyadi, Perumda Air Minum Tirta Jati telah menindaklanjutinya dengan melayangkan Surat kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Nomor 690/261.Tk-Perumda.AM/X/2020, perihal Laporan Kondisi Sungai Kumpul Kuista Kapetakan, yang juga ditembusi kepada Bupati Cirebon, Ketua Komisi II DPRD Kab. Cirebon, Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Jati, Camat Kapetakan serta Kepala Desa yang wilayahnya terlayani.
“Kami tetap berupaya mencari tambahan air baku dari Bendung Rentang guna menetralisir air sungai yang terkontaminasi air laut yang masuk ke unit produksi WTP Kapetakan,” ujarnya.
Seperti diketahui Cabang Kapetakan Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon melayani air bersih di Desa Bungko, Bungko Lor, Kapetakan, Grogol, Karang Kendal, Dukuh, Pegagan Lor, Pegagan Kidul serta sebagian Kertasura. (Mawa Bagja).












































































































Discussion about this post