MAJALENGKA, (FC).- Bentuk protes kepada pemerintah dan wakil rakyat yang ada di Senayan atas disahkannya UU Omnimbus Law. Serikat Pekerja Persatuan Persaudaraan Muslim Indonesia (PPMI) Kabupaten Majalengka, dipastikan akan ambil bagian dalam aksi unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Senayan Jakarta pada Kamis (8/10).
Ketua PPMI PT. Shoetown Ligung Indonesia (PT SLI) Maulidin Purnama mengatakan, anggota buruh pabrik di PT SLI yang tergabung ke PPMI akan menuju Jakarta, akan bergabung bersama-sama dengan Serikat Pekerja (SP) lainnya se-Jawa Barat.
“Serikat Pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia itu tidak ada instruksi mogok kerja. Kita adanya untuk aksi langsung ke DPR RI. Kita akan laksanakan tanggal 8 Oktober, kita gabung dengan teman-teman se Indonesia,” katanya , Selasa (6/10).
Maulidin menyebutkan, aksi yang akan dilakukan nanti merupakan kedua kalinya. Sebelumnya, PPMI juga sempat menuju Jakarta, tetapi gagal lantaran dihalau petugas di tengah jalan, sehingga temen-temen PPMI balikkanan dan gagal menuju Jakarta.
“Petugas melarang kami ke Jakarta alasannya karena Covid-19. Tapi anehnya tahapan Pilkada jalan terus. Ini tanda tanya besar, nanti tanggal 8 Oktober kami akan ke Senayan lagi, menerobos barisan bareng temen-temen,” tegas dia.
Lebih jauh Mauilidin menyebut, UU Omnimbus Law Cipta Kerja berpotensi bisa membunuh para pekerja, karena di dalam poin pada pasal-pasalnya merugikan kaum pekerja atau buruh.
“UU Omnimbus Law ini berjalan, pekerja itu mati. Namun kita bisa menjegal melalui MK. Sejauh ini, informasinya semua Serikat Pekerja juga akan duduk di DPR RI atau MK, menggugat UU Omnimbus Law,” papar dia.
Di tempat yang sama, Agus Rusyana selaku Senior Manager Industrial PT Shoetown Ligung Undonesia mengatakan, bahwa karyawan pabrik shoetown sampai saat tidak ada yang melakukan aksi mogok kerja. Pihaknya terus menjalin komunikasi dengan perwakilan serikat pekerja yang ada di pabrik sepatu milik shoetown ini.
“Sampai saat ini para pekerja masih tetap bekerja seperti biasa. Insya Allah di pabrik ini tidak akan ada aksi mogok kerja sesuai ajakan yang beredar di luar sana, disini aman dan tetap kondusif,” pungkas Agus. (Munadi)















































































































Discussion about this post