MAJALENGKA, (FC).- Salah seorang Warga Blok Raksabumi, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majakengka, Ustad Ajud Rojudin memberanikan diri membangun Pondok Pesantren (Ponpes) 2 lantai dengan dana Rp. 2,5 juta di lahan seluas 12×10 meter.
Meski dengan modal seadanya, pria berusia 34 tahun yang sudah lama mendapatkan pendidikan pesantren ini, menyakini bahwa pembangunan pesantren yang dirintisnya akan selesai, baik cepat maupun lambat.
Sejauh ini, pembangunan pesantren yang dinamakan Ponpes Sirojul Ulum tersebut telah mendapat dukungan dari masyarakat setempat, sehingga masyarakat di lingkungannya ramai-ramai membantu pembangunan tempat para santri mengaji ilmu agama Islam ini, baik pendanaannya, maupun pengerjaannya. Selebihnya, mencari sumber dana lain dengan cara donasi.
“Alhamdulillah, proses pembangunan Ponpes Sirojul Ulum ini dapat berjalan hampir 50 persen. Itu berkat dukungan dan bantuan semua pihak. Namun, saat ini sedikit terhambat karena dananya belum ada. Sekarang saya hanya pegang uang kurang lebih Rp. 1 juta lagi,” ujar Ustad Ajud kepada wartawan FC saat ditemui di lokasi pembangunan, Selasa (7/10).
Pria yang kerap disapa Kang Barok ini menuturkan, munculnya keinginan membangun Ponpes yang dinamakan Ponpes Sirojul Ulum ini, di latar belakangi dengan kapasitas rumahnya yang sangat kecil.
Sementara, sambung dia, jumlah santrinya sudah mencapai kurang lebih 150 orang, sehingga rumahnya tidak cukup lagi untuk menampung ratusan santri teresebut.
“Sekarang jumlah santrinya kurang lebih 150 orang, sementara rumah saya kecil. Ruang tamu, dan ruang tengah penuh. Bahkan, untuk anak-anak yang masih TK tempatnya di rumah kakak saya. Dari situ lah saya berinisiatif untuk membangun Ponpes dengan merenovasi rumah, meski dengan modal Rp. 2,5 juta. Insya Allah, dengan izin-Nya, pembangunan ini bisa diselesaikan,” tuturnya.
Dengan terkendalanya pembangun tersebut, ia berharap adanya bantuan dari pihak pemerintah maupun dari para dermawan lainnya agar pembangunan tersebut secepatnya diselesaikan, sehingga secepatnya dapat digunakan.
“Bahan-bahan yang saya butuhkan saat ini, berupa besi 100 batang, semen 100 sak, pasir 3 truk, bata 5000 biji, upah Rp. 20 juta, dan yang lainnya. Semoga saja ada bantuan dari pemerintah dan para dermawan untuk menyelesaikan pembangunan Ponpes ini,” katanya penuh harap. (Ibin)















































































































Discussion about this post