KOTA CIREBON, (FC).- Akses pintu menuju Langgar Agung Keraton Kesepuhan ditutup, setelah salah satu anggota keluarga keraton positif Covid-19.
Direktur Badan Pengelola Keraton Kesepuhan (BPKK) Cirebon Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, mengatakan, dilakukannya penutupan pintu tersebut untuk mengantisipasi adanya penyebaran yang lebih luas, Senin (28/9)
“Memang benar ada yang terpapar Covid-19. Pintu itu kami sengaja tutup untuk sementara sebagai langkah antisipasi penularan Covid-19. Karena selama ini banyak warga maupun anak-anak yang bermain di sekitar Langgar Agung,” kata Ratu Raja Alexandra
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Kota Cirebon, Tri Mulyaningsih membenarkan bila anggota keluarga Keraton Kasepuhan ada yang positif Covid-19.
“Untuk kluster kami membaginya berdasarkan perjalanan faskes, rumah tangga, perkantoran, pasar dan keagamaan, juga pertambahan kasus yang muncul di dalam keluarga keraton bukanlah klaster baru,” kata Tri.
“Memang betul ada tapi setelah ditelusuri awal mulanya bukan dari keraton tapi dari kluster perkantoran, lalu ketika di rumah menularkan ke keluarga,” jelas Tri.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon H Edy Sugiarto pernah menyampaikan pada saat diwawacarai terkait plasma konvalen (15/9), meski sudah di rumah kita perlu gunakan masker baik kondisi tubuhnya sehat.
Karena, dikhawatirkan kalau yang bekerja di luar rumah itu sebenarnya Orang Tanpa Gejala (OTG) atau membawa virus tersebut ke keluarga.
“Mau dari luar sampai rumah sudah mandi bersih tetap gunakan masker, bisa jadi kita jadi pembawa virusnya sehingga tanpa kita sadari itu menularkan ke keluarga kita,” katanya. (Sarrah/Job/FC)











































































































Discussion about this post