KUNINGAN, (FC).- Para petani di Desa Cikadu, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan sejak tahun 2016 silam telah mengembangkan sistem pertanian organik.
Walaupun pola pertanian tersebut dianggap tidak populer karena dianggap tidak praktis, namun Kelompok Tani Mekar Tani IV menjajal pola pertanian tersebut untuk membuktikan teori dan pengalaman yang disampaikan Komunitas Pertanian Organik Sejatera (KOMPOS).
Konsep yang di tawarkan dari KOMPOS adalah integrated farming, yaitu terintegrasinya usaha ternak dengan pertanian melalui penerapan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan cair.
Selanjutnya pupuk tersebut sebagai input paket teknologi dalam implementasi pengembangan budidaya padi full organik yang dilakukan di Desa Cikadu oleh Kelompok Tani Mekar Tani dengan demonstratror petani, Yeye.
Tim KOMPOS tidak sekadar mengajari, tetapi sekaligus mendampingi petani mulai persiapan, pengolahan tanah, tanam, hingga panen.
Salah satu tujuan pengembangan pertanian padi organik diantaranya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.
Pemberdayaan petani mampu membuat pupuk organik padat dan cair secara mandiri dengan memanfaatkan limbah pertanian (jerami) dan limbah ternak, baik berupa padat dan cair untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik, yang selama ini belum di manfaatkan secara optimal oleh petani.













































































































Discussion about this post