KAB. CIREBON, (FC).- Terjadi ketimpangan dalam jumlah penerima bantuan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang bersumber dari Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui ojek online (Ojol,-red) di Kecamatan Pabuaran.
Perbedaan jumlah penerima Bansos tersebut sangat signifikan. Ada beberapa desa yang tidak mendapatkan Banprov, ada juga yang mendapatkan diatas seribu penerima.
“Desa kami (Pabuaran Kidul,-red) hanya dapat 6 penerima Banprov, sedangkan Desa Pabuaran Lor lebih dari seribu penerima,” ungkap Kuwu Pabuaran Kidul, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, Nuryadi saat ditemui FC di kantor Desa Pabuaran Kidul, Senin (13/7).
Menurut Nuryadi, seharusnya pemerintah provinsi Jawa Barat sudah mempunyai formula pembagian, jumlah anggaran berapa dibagi jumlah kabupaten, kecamatan dan desa, sehingga tidak ada ketimpangan yang sangat jauh untuk penerima bantuan setiap desanya.
“Pada akhirnya Pemdes disalahkan oleh masyarakat, seolah olah tidak bekerja. Apalagi Pabuaran Lor dan Pabuaran Kidul itu hanya dibatasi jalan, jumlah KK kami dengan Pabuaran Lor tidak jauh berbeda,” tegasnya.
Dijelaskannya, untuk Desa Pabuaran Kidul sendiri dari Dana Desa (DD) hanya bisa mencakup 162 Kepala Keluarga (KK), Bantuan Sosial Tunai (BST) 114 KK, Program Keluarga Harapan (PKH) 194 KK, dan BPNT 292 KK. Sehingga masih ada sekitar 720 KK yang belum menerima bantuan dari program bantuan sosial manapun.
















































































































Discussion about this post