KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, mempercepat penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk mengejar target penerimaan tahun 2026.
Hingga awal Juli, realisasi pembayaran PBB di wilayah tersebut baru mencapai kisaran 35 hingga 40 persen.
Upaya percepatan dilakukan melalui monitoring ke 13 desa yang ada di Kecamatan Lemahabang.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi capaian penerimaan sekaligus mendorong pemerintah desa agar lebih aktif mengoptimalkan penarikan pajak masyarakat.
Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati, mengatakan PBB menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Karena itu, capaian penerimaan perlu terus ditingkatkan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“PBB merupakan salah satu penopang utama pembangunan daerah, sehingga pencapaiannya harus terus kita dorong,” ujar Yuyun, Kamis (9/7).
Ia menjelaskan, berdasarkan data per 7 Juli 2026, dari 13 desa di Kecamatan Lemahabang baru tiga desa yang mampu mencapai realisasi di atas 50 persen.
Sementara desa lainnya masih perlu melakukan percepatan agar capaian penerimaan meningkat.
Menurutnya, optimalisasi penerimaan PBB sangat penting karena pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pelayanan publik.
“Masih banyak potensi yang harus digali agar target penerimaan dapat tercapai secara optimal. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan,” katanya.
Dalam upaya mengejar target tersebut, Pemerintah Kecamatan Lemahabang menggandeng Inspektorat Kabupaten Cirebon untuk melakukan monitoring, pendataan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya membayar pajak tepat waktu.
Selain itu, pembinaan terhadap petugas pengelola PBB di tingkat desa juga terus dilakukan agar proses penagihan berjalan lebih efektif dan sesuai target.
Yuyun optimistis, dengan kerja sama seluruh pihak, penerimaan PBB Kecamatan Lemahabang dapat meningkat signifikan. Ia menargetkan pada awal Agustus 2026 capaian pembayaran PBB bisa berada di angka 50 hingga 60 persen.
“Kami terus mendorong desa-desa agar melakukan percepatan. Harapannya target penerimaan PBB tahun ini dapat tercapai sesuai harapan,” pungkasnya. (Nawawi)









































































































Discussion about this post