KUNINGAN, (FC).- Program pemberdayaan penyandang disabilitas mental melalui ekonomi kreatif mulai menunjukkan hasil positif di Kabupaten Kuningan.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong pengembangan usaha Batik Ciprat yang dikelola warga binaan Yayasan Antara Graha Berdaya, Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi.
Melalui Program Kelompok Disabilitas Berdaya, para penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mendapatkan ruang untuk berkarya sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
Aktivitas membatik tidak hanya menghasilkan produk bernilai jual, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan dan peningkatan kepercayaan diri.
Batik Ciprat yang diproduksi para warga binaan yayasan kini menjadi salah satu usaha produktif yang terus dikembangkan.
Produk tersebut diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan bagi para peserta program.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Saidah Sakwan, bersama Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, melakukan monitoring dan evaluasi bantuan modal usaha sebesar Rp50 juta yang telah diberikan kepada Yayasan Antara Graha Berdaya, Kamis (9/7).
Saidah mengapresiasi komitmen yayasan dalam mendampingi para penyandang disabilitas mental hingga mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Yayasan Antara Graha Berdaya. Ke depan, akan ada program lanjutan dari Baznas yang diintegrasikan untuk memperkuat Kelompok Disabilitas Berdaya agar keberlanjutan ekonomi mereka tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Saidah, zakat memiliki peran lebih luas, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan melalui pengembangan keterampilan dan usaha produktif.
“Zakat harus mampu menciptakan perubahan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para penerima manfaat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi, menyambut positif dukungan Baznas terhadap pengembangan Batik Ciprat.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk berkarya apabila diberikan kesempatan.
“Kami berterima kasih kepada Baznas RI dan Baznas Kabupaten Kuningan atas bantuan modal usaha ini. Ini membuktikan bahwa kelompok disabilitas juga mampu berdaya dan menghasilkan karya,” ujarnya.
Lukman mengatakan, selama ini Yayasan Antara Graha Berdaya terus berjalan melalui semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak.
Kehadiran bantuan modal usaha dari Baznas menjadi dorongan baru untuk memperluas manfaat program pemberdayaan.
Melalui Batik Ciprat, Baznas berharap semakin banyak penyandang disabilitas mental dapat memperoleh kesempatan untuk berkarya, mandiri secara ekonomi, serta kembali berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.
Program tersebut menjadi bukti bahwa zakat dapat menjadi kekuatan pemberdayaan yang tidak hanya membantu kebutuhan dasar, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat. (Angga)









































































































Discussion about this post