KAB.CIREBON, (FC).- Program pengembangan pertanian yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekarsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, mulai menunjukkan hasil positif.
Pada musim tanam (MT) kedua tahun 2026, BUMDes Mekarsari berhasil memanen sekitar 2,4 ton gabah kering dari lahan seluas seperempat hektare.
Capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hasil panen musim tanam sebelumnya.
Keberhasilan itu menjadi modal bagi Pemerintah Desa Mekarsari untuk memperluas pengelolaan lahan pertanian sekaligus mendukung program swasembada beras di Kabupaten Cirebon.
Kuwu Mekarsari, Moch Ghojin Ch, mengatakan peningkatan hasil panen menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan pengurus BUMDes untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu sumber ekonomi desa.
“Alhamdulillah hasil panen MT kedua mengalami peningkatan. Ini menjadi penyemangat kami untuk terus mengembangkan pertanian melalui BUMDes,” ujar Moch Ghojin, Kamis (9/7).
Menurutnya, padi yang dibudidayakan menggunakan varietas unggul dengan masa tanam sekitar 120 hari. Meski lahan yang dikelola masih terbatas, hasil panen yang diperoleh dinilai cukup menjanjikan.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Desa Mekarsari berencana memperluas areal tanam hingga dua hektare pada tahun mendatang.
“Insya Allah tahun depan luas lahan pertanian akan kami tambah minimal menjadi dua hektare. Ini merupakan bentuk dukungan desa terhadap program swasembada beras,” katanya.
Namun, ia mengakui pengembangan sektor pertanian masih membutuhkan dukungan infrastruktur, terutama ketersediaan air dan jaringan irigasi.
Menurutnya, faktor pengairan menjadi salah satu penentu utama keberhasilan produksi padi.
“Dukungan yang paling dibutuhkan petani adalah irigasi dan ketersediaan air. Kalau pengairan bagus, hasil pertanian bisa terus meningkat,” ungkapnya.
Selain memperluas lahan, Pemerintah Desa Mekarsari juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.
Menurut Moch Ghojin, regenerasi petani menjadi tantangan penting agar keberlanjutan produksi pangan tetap terjaga.
“Kami terus mengajak anak muda untuk tidak meninggalkan pertanian. Petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, petani, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga sektor pertanian Desa Mekarsari semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan Kabupaten Cirebon. (Nawawi)









































































































Discussion about this post